Skip to main content

5 Kebiasaan Usaha Kecil Harus Dihentikan Tahun 2016

5 Kebiasaan Usaha Kecil Harus Dihentikan Tahun 2016 - Kebiasaan usaha kecil menengah kadang dapat membuat bisnisnya berjalan lambat atau bahkan menjadi awal dari kegagalan dan berhenti ditengah jalan. Mereka sering mengerjakan hal-hal yang tidak terlalu penting karena lari dari tujuan. Mengerjakan diluar tujuan karena mencoba, sementara pekerjaan prioritas belum tentu dapat diselesaikan sesuatu waktu ditentukan. Kebiasaan itu harus segera dihentikan, tapi memang banyak usaha kecil menengah yang tidak bosan mengulangi kebiasaan-kebiasaan yang malah menjerumuskan mereka pada kegagalan.

Berikut adalah 5 kebiasaan usaha kecil harus dihentikan di tahun 2015:
  • 1) Berhenti membuang-buang waktu pada media sosial
Apa hal pertama yang anda lakukan ketika duduk di meja di pagi hari? Periksa sosial media? hentikan kebiasaan buruk itu! Jika anda benar-benar ingin mendapatkan sesuatu pada tahun 2015, sosial media tidak boleh lagi menjadi prioritas nomor 1 anda. Sebaliknya, setiap malam menuliskan tugas yang paling penting dan ketika duduk di pagi hari anda mulai dengan tugas tersebut. Periksa email dan sosial media setelah mengerjakan 2 tugas yang anda tulis pada waktu tertentu sehingga anda tidak perlu menghabiskan lebih dari 30 menit membalas email. Sebenarnya periksa pada saat jam istirahat.
  • 2) Berhenti bertemu orang-orang "Untuk minum kopi"
5 Kebiasaan Usaha Kecil Harus Dihentikan Tahun 2015Orang yang suka pertemuan untuk minum kopi adalah istilah lain untuk me refresh otak anda. Namun seringkali pertemuan minum kopi ini tidak berubah menjadi suatu penjualan dan malah meningkatkan anda frustasi karena itu hanya membuang-buang pagi tanpa pengembalian investasi. Pada tahun 2015 ini, ketika orang meminta anda untuk bertemu minum kopi, cari tahu dulu apa yang mereka inginkan. Apakah mereka melihat situs web anda? Apa mereka membaca blog anda?? Apakah mereka punya ide layanan yang ingin ditawarkan?. Jika jawabannya tidak, lebih baik menyarankan pertemuan virtual melalui Skype atau Google Hangout atau lainnya demi menghemat waktu dan prospek. Tapi jika sebaliknya akan memberikan peluang penjualan, maka tidak ada salahnya menerima undangannya.


  • 3) Katakanlah berhenti untuk proyek, permintaan dan undangan diluar tujuan utama
Jangan merasa anda harus mengatakan YA untuk setiap kesempatan yang datang. Jika tidak ada di daftar tujuan untuk tahun 2015. Karena jika anda mengalihkan perhatian dari bisnis inti, maka bisa diprediksi target penyelesaian proyek anda akan telat. Lebih baik mengatakan terimakasih, dan tetap berfokus pada tujuan anda

  • 4) Berhenti menjadi perfeksionis
Keluarlah sebagai perfeksionis. Jika anda ingin menjadi seorang pengusaha kreatif, kadang-kadang produk atau jasa yang kita luncurkan tidak kita ketahui akan sempurna. Tapi anda akan sempurna setelah mempublikasikannya. Tetapi jika anda terus menunda, anda tidak akan pernah mendapatkan apa-apa yang pada tahun 2015.

  • 5) Menghentikan penjualan, mulai melayani
Jika anda masih mencoba untuk menjual layanan anda, hentikan! Bukan fokus pada melayani target pelanggan anda, tapi menambahkan nilai. Hal ini dapat dilakukan dengan menerbitkan konten yang mereka anggap menarik, menjawab pertanyaan mereka, tuan rumah acara bebas atau webinar dll. 

Kami berharap setelah membaca kelima kebiasaan tersebut, anda lebih sadar bahwa hal-hal itu tidak terlalu penting untuk dilakukan jika tidak memberikan penghasilan pada bisnis. Biarlah itu hanya sebagai sampingan yang dapat dikerjakan kapan saja. Prioritaskanlah tujuan inti dari perusahaan anda.

Baca Juga : Tips Pengusaha - Pengaruh Optimis Dalam Bisnis Bagi Entrepreneur

Jika anda ingin menambahkan beberapa kebiasaan yang harus dihentikan oleh pengusaha kecil, silahkan tinggalkan komentar anda dibawah ini

Comments

Popular posts from this blog

Apa Arti Pedagang ? Ketegori, Jenis Pedagang dan Ciri-Ciri Pedagang

Pedagang adalah orang atau badan yang melakukan aktivitas jual beli barang atau jasa dipasar. Di dalam aktivitas perdagangan, Pedagang adalah orang atau instusi yang memperjualbelikan produk atau barang, kepada konsumen baik secara langsung maupun tidak langsung. Dalam ekonomi, pedagang dibedakan menurut jalur distribusi yang dilakukan dapat dibedakan menjadi : pedagang distributor (tunggal), pedagang partai besar, dan pedagang eceran.  Sedangkan pengertian pedagang secara etimologi adalah orang yang berdagang atau bisa disebut juga saudagar. Pedagang ialah orang yang melakukan perdagangan, memperjual belikan produk atau barang yang tidak diproduksi sendiri untuk memperoleh keuntungan. Berdasarkan penggunaan dan pengelolaan pendapatan yang diperoleh dari hasil perdagangan, pedagang dapat dikelompokan menjadi : Pedagang profesonal yaitu pedagang yang menggunakan aktivitas perdagangan merupakan pendapatan/sumber utasa dana satu-satunya begi ekonomi keluarga. Pedagang...

Apa Itu Risiko inflasi ?

Risiko inflasi , juga disebut risiko daya beli, adalah peluang bahwa arus kas dari investasi tidak akan bernilai sebanyak di masa depan karena perubahan daya beli karena inflasi. Risiko inflasi mengacu pada risiko bahwa inflasi akan merusak kinerja investasi. Melihat hasil tanpa memperhitungkan inflasi adalah pengembalian nominal. Nilai yang harus dikhawatirkan oleh investor adalah daya beli, yang disebut sebagai pengembalian riil. Risiko inflasi adalah risiko yang diambil oleh investor saat memegang uang tunai atau berinvestasi dalam aset yang tidak terkait dengan inflasi. Risikonya adalah bahwa nilai tunai akan berkurang oleh inflasi. Sebagai contoh, jika seorang investor memegang 40% dari portofolio tunai $ 1.000.000 dan inflasi berjalan pada 5%, nilai tunai portofolio akan kehilangan $ 20.000 per tahun ($ 1 juta x 0,4 x 0,05) karena inflasi. Kinerja portofolio setelah inflasi diperhitungkan disebut 'pengembalian nyata'. Inflasi dapat mengikis nilai pengembalian. Ka...

Apa Itu Usaha, Pengusaha dan Perusahaan? Jenis-Jenis Perusahaan

Apa Itu Usaha, Pengusaha dan Perusahaan? - Apa itu usaha? Usaha adalah kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk mendapatkan penghasilan berupa uang atau barang yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan mencapai kemakmuran hidup. Tentu usaha yang dilakukan secara terus menerus akan membuahkan hasil yang maksimal. Artinya kalau berbicara usaha, kegiatan untuk mencapai keuntungan baik langsung maupun tidak langsung. Sementara peluang usaha adalah sebuah kesempatan yang datang pada waktu tertentu yang tidak dapat dilewatkan oleh seorang wirausahawan demi mendapatkan keuntungan. Walau terkadang banyak yang takut dengan kesempatan yang datang. Pengusaha adalah orang(pribadi) atau persekutuan (badan hukum) yang menjalankan sebuah jenis perusahaan. Dalam melakukan usaha, seorang pengusaha tidak dapat berjalan sendiri. Ia membutuhkan tenaga kerja yang akan membantunya menjalankan roda bisnis yang dijalankan. Apalagi perusahaan yang dikelolanya sudah cukup besar, maka tena...