Skip to main content

TIPS BISNIS - 4 Penyebab Usaha Anda Sepi

Seringkali terjadi produk yang dipasarkan sepi peminat, kalaupun ada pembeli, namun tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hal ini yang dihindari oleh pelaku usaha karena akan mempengaruhi kemajuan bisnis. Konsumen saat ini tidak hanya mempetimbangkan harga saat memutuskan untuk membeli sebuah produk. Namun juga mengharapkan manfaat yang akan diterima jika dia membeli produk tersebut. Dasar inilah yang akan mempengaruhi produk Anda dapat diterima dengan baik atau justru ditinggalkan oleh konsumen. Berikut ini 5 alasan yang dapat menyebabkan produk sepi peminat:

1. Akses yang sulit untuk mendapatkan produk
Jika Anda telah melakukan promosi dimana Anda menginformasikan bahwa produk Anda sudah bisa didapatkan di pasar, tapi kenyataannya konsumen masih sulit untuk mendapatkannya, maka strategi marketing yang Anda jalankan tidak tepat sasaran. Anda harus ingat bahwa konsumen ingin kemudahan dalam mendapatkan sebuah produk, bukan malah dipersulit.
TIPS BISNIS -  4 Penyebab Usaha Anda Sepi
2. Konsumen belum mengetahui produk Anda
Konsumen yang cerdas tidak gampang terpengaruh dengan harga murah yang ditawarkan sebuah produk. Saat ini mereka menjadi lebih selektif dan bijak dalam memilih suatu produk. Konsumen enggan membeli produk yang belum dikenalnya. Jika upaya promosi atau kegiatan pemasaran yang Anda lakukan belum juga bisa membuat konsumen mengenal produk Anda, mungkin Anda harus melakukan inovasi produk yang dapat memberikan peluang dikenalnya produk Anda oleh pasar.

3. Tidak ada nilai tambah yang dirasakan konsumen
Konsumen yang selektif akan enggan memilih produk yang tidak ada nilai tambah didalamnya. Untuk mengatasinya, Anda bisa memaksimalkan keunggulan dalam produk tersebut untuk menciptakan perceived value sehingga dapat membantu proses penjualan produk Anda.

Jika Anda sudah mengetahui penyebab sepinya pembeli, Anda bisa segera mengambil langkah untuk memperbaiki dan menentukan strategi yang akan dipakai.

4. Manfaat produk yang belum dikenal
Saat Anda menawarkan produk di pasar, maka harga bukanlah satu-satunya faktor yang menjadikan produk Anda laku. Ada faktor utama yang harus Anda ingat, yaitu manfaat apa yang bisa didapatkan oleh konsumen dalam menggunakan produk tersebut.

Menanyakan pada konsumen apakah mereka tahu keunggulan dari produk Anda merupakan langkah sederhana tapi dapat mempengaruhi penjualan produk Anda di kemudian hari. Menitikberatkan strategi pemasaran Anda pada manfaat dan keunggulan yang dihasilkan merupakan langkah dalam mengedukasi konsumen agar mengetahui manfaat produk Anda. (Sumber Artikel Dicopy dari Laruno.com)

Comments

Popular posts from this blog

Apa Arti Pedagang ? Ketegori, Jenis Pedagang dan Ciri-Ciri Pedagang

Pedagang adalah orang atau badan yang melakukan aktivitas jual beli barang atau jasa dipasar. Di dalam aktivitas perdagangan, Pedagang adalah orang atau instusi yang memperjualbelikan produk atau barang, kepada konsumen baik secara langsung maupun tidak langsung. Dalam ekonomi, pedagang dibedakan menurut jalur distribusi yang dilakukan dapat dibedakan menjadi : pedagang distributor (tunggal), pedagang partai besar, dan pedagang eceran.  Sedangkan pengertian pedagang secara etimologi adalah orang yang berdagang atau bisa disebut juga saudagar. Pedagang ialah orang yang melakukan perdagangan, memperjual belikan produk atau barang yang tidak diproduksi sendiri untuk memperoleh keuntungan. Berdasarkan penggunaan dan pengelolaan pendapatan yang diperoleh dari hasil perdagangan, pedagang dapat dikelompokan menjadi : Pedagang profesonal yaitu pedagang yang menggunakan aktivitas perdagangan merupakan pendapatan/sumber utasa dana satu-satunya begi ekonomi keluarga. Pedagang...

Apa Itu Risiko inflasi ?

Risiko inflasi , juga disebut risiko daya beli, adalah peluang bahwa arus kas dari investasi tidak akan bernilai sebanyak di masa depan karena perubahan daya beli karena inflasi. Risiko inflasi mengacu pada risiko bahwa inflasi akan merusak kinerja investasi. Melihat hasil tanpa memperhitungkan inflasi adalah pengembalian nominal. Nilai yang harus dikhawatirkan oleh investor adalah daya beli, yang disebut sebagai pengembalian riil. Risiko inflasi adalah risiko yang diambil oleh investor saat memegang uang tunai atau berinvestasi dalam aset yang tidak terkait dengan inflasi. Risikonya adalah bahwa nilai tunai akan berkurang oleh inflasi. Sebagai contoh, jika seorang investor memegang 40% dari portofolio tunai $ 1.000.000 dan inflasi berjalan pada 5%, nilai tunai portofolio akan kehilangan $ 20.000 per tahun ($ 1 juta x 0,4 x 0,05) karena inflasi. Kinerja portofolio setelah inflasi diperhitungkan disebut 'pengembalian nyata'. Inflasi dapat mengikis nilai pengembalian. Ka...

Apa Itu Usaha, Pengusaha dan Perusahaan? Jenis-Jenis Perusahaan

Apa Itu Usaha, Pengusaha dan Perusahaan? - Apa itu usaha? Usaha adalah kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk mendapatkan penghasilan berupa uang atau barang yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan mencapai kemakmuran hidup. Tentu usaha yang dilakukan secara terus menerus akan membuahkan hasil yang maksimal. Artinya kalau berbicara usaha, kegiatan untuk mencapai keuntungan baik langsung maupun tidak langsung. Sementara peluang usaha adalah sebuah kesempatan yang datang pada waktu tertentu yang tidak dapat dilewatkan oleh seorang wirausahawan demi mendapatkan keuntungan. Walau terkadang banyak yang takut dengan kesempatan yang datang. Pengusaha adalah orang(pribadi) atau persekutuan (badan hukum) yang menjalankan sebuah jenis perusahaan. Dalam melakukan usaha, seorang pengusaha tidak dapat berjalan sendiri. Ia membutuhkan tenaga kerja yang akan membantunya menjalankan roda bisnis yang dijalankan. Apalagi perusahaan yang dikelolanya sudah cukup besar, maka tena...