Skip to main content

Memilih Bisnis Waralaba dengan Modal Kecil

Waralaba merupakan sistem distribusi produk dengan merk yang sudah diberikan secara hak kepada suatu perusahaan atau individu sehingga barang atau jassa yang diperjual belikannya sudah masuk ke dalam daftar brand yang diangkat. Misalnya saja, usaha waralaba kentang goreng KFC, usaha waralaba kebab Turki, dan lain sebagainya. 

Waralaba adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan. Suatu sistem pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir dengan pengwaralaba (franchisor) yang memberikan hak kepada individu atau perusahaan untuk melaksanakan bisnis dengan merek, nama, sistem, prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu.

Selain pengertian waralaba, perlu dijelaskan pula apa yang dimaksud dengan pemberi waralaba dan penerima waralaba.

  • Pemberi waralaba (franchisor) adalah badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan/atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan, atau ciri khas usaha yang dimilikinya.
  • Penerima waralaba (franchisee), adalah badan usaha atau perorangan yang diberikan hak untuk memanfaatkan dan/atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan, atau ciri khas yang dimiliki pemberi waralaba.
Untuk menjalankan bisnis waralaba dengan modal kecil, Anda memerlukan uang atau modal minimal sebesar 10 juta dampai 1 miliar rupiah, bergantung pada jenis waralabanya dan kesepakatan antara Anda dengan pihak pemilik brand waralaba.

Berikut ini adalah beberapa tahapan yang perlu diperhatikan saat Anda memilih untuk melakukan usaha atau bisnis waralaba :
  • Lakukan perencanaan terhadap bisnis yang akan dijalankan agar bisa sesuai dengan target dan tujuan bisnis Anda. Rencana bisnis yang dibuat ini harus memenuhi apa yang dikatakan sukses oleh diri Anda sendiri atau bahkan oleh orang lain.
  • Targetkan jumlah penjualan per jangka waktu pendek serta per jangka waktu panjang agar Anda bisa mengetahui seberapa besar Ada mengalami kemajuan dalam bisnis ini.
  • Lakukan praktik berbisnis waralaba ini bersama orang yang memang benar-benar Anda percayai karena berbisnis dengan orang yang tidak dikenal akan lebih memberikan kemungkinan atau risiko kerugian yang besar dibandingkan dengan melakukannya bersama pihak lain yang dipercaya.
  • Jika bisnis ini sudah terlihat akan sukses, maka Anda juga bisa melakukan perluasan jaringan agar usaha Anda bisa lebih dikenal oleh masyarakat atau bahkan bisa memperoleh keuntungan yang berlipat. Jika bisnis waralaba yang dijalankan ini sudah lumayan terkenal dan berkembang dengan sangat baik, pertahankan kualitas barang atau produk yang dijual agar pelanggan tetap setia terhadap bisnis Anda.
Sumber Artikel : Ayopreneur.com

Comments

Popular posts from this blog

Apa Itu Risiko inflasi ?

Risiko inflasi , juga disebut risiko daya beli, adalah peluang bahwa arus kas dari investasi tidak akan bernilai sebanyak di masa depan karena perubahan daya beli karena inflasi. Risiko inflasi mengacu pada risiko bahwa inflasi akan merusak kinerja investasi. Melihat hasil tanpa memperhitungkan inflasi adalah pengembalian nominal. Nilai yang harus dikhawatirkan oleh investor adalah daya beli, yang disebut sebagai pengembalian riil. Risiko inflasi adalah risiko yang diambil oleh investor saat memegang uang tunai atau berinvestasi dalam aset yang tidak terkait dengan inflasi. Risikonya adalah bahwa nilai tunai akan berkurang oleh inflasi. Sebagai contoh, jika seorang investor memegang 40% dari portofolio tunai $ 1.000.000 dan inflasi berjalan pada 5%, nilai tunai portofolio akan kehilangan $ 20.000 per tahun ($ 1 juta x 0,4 x 0,05) karena inflasi. Kinerja portofolio setelah inflasi diperhitungkan disebut 'pengembalian nyata'. Inflasi dapat mengikis nilai pengembalian. Ka...

Apa Arti Pedagang ? Ketegori, Jenis Pedagang dan Ciri-Ciri Pedagang

Pedagang adalah orang atau badan yang melakukan aktivitas jual beli barang atau jasa dipasar. Di dalam aktivitas perdagangan, Pedagang adalah orang atau instusi yang memperjualbelikan produk atau barang, kepada konsumen baik secara langsung maupun tidak langsung. Dalam ekonomi, pedagang dibedakan menurut jalur distribusi yang dilakukan dapat dibedakan menjadi : pedagang distributor (tunggal), pedagang partai besar, dan pedagang eceran.  Sedangkan pengertian pedagang secara etimologi adalah orang yang berdagang atau bisa disebut juga saudagar. Pedagang ialah orang yang melakukan perdagangan, memperjual belikan produk atau barang yang tidak diproduksi sendiri untuk memperoleh keuntungan. Berdasarkan penggunaan dan pengelolaan pendapatan yang diperoleh dari hasil perdagangan, pedagang dapat dikelompokan menjadi : Pedagang profesonal yaitu pedagang yang menggunakan aktivitas perdagangan merupakan pendapatan/sumber utasa dana satu-satunya begi ekonomi keluarga. Pedagang...

Tips Fokus Memulai Usaha Kuliner Bagi Pemula

Usaha kuliner adalah salah satu jenis bisnis yang bergerak dibidang makanan dan minuman. Bisnis kuliner merupakan salah satu jenis bisnis yang tidak ada matinya. Karena makanan dan minuman adalah kebutuhan pokok utama manusia. Namun, walaupun demikian bukan berarti setiap orang yang membuka usaha kuliner sukses semuanya. Bahkan ada yang tidak bertahan lama dan akhirnya gulung tikar. Mungkin mereka berpikir bahwa kalau menjual makanan akan disukai. Ingat, saat ini bukan anda saja yang berpikir untuk memulai bisnis makanan. Di era persaingan yang sangat ketat, kita dituntut untuk dapat bergerak cepat. Untuk itu bagi Anda pemula di dunia bisnis di harapkan dapat bersaing dan mengikuti ritme persaingan yang tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan usaha kecil menengah (UKM) di beberapa daerah di Indonesia, rata-rata pendapatan para pengusaha makanan dan minuman kaki lima dan rumahan berada di atas rata-rata upah minimum regional (UMR), menarik bukan? Sebelum memulai usaha...