Hitstat

6 Alasan Anda Gagal Sebagai Pengusaha dalam Berwirausaha

6 Alasan Anda Gagal Sebagai Pengusaha dalam BerwirausahaBerwirausaha itu sulit, statistik menunjukkan tidak semua orang dapat mewujudkannya. Sebagian besar dari kita jatuh di suatu tempat dalam perjalanan - di suatu tempat lain kita berhasil, dan di lain waktu kita gagal. Namun, kita semua telah mendengar dari pengusaha yang mengalami waktu keberhasilan, dalam industri yang berbeda, dengan tim yang berbeda dan kondisi pasar yang berbeda pasti pernah mengalami yang namanya gagal. Pengusaha banyak yang gagal sebelum pada akhirnya kesuksesan itu tercapai.

Sebenarnya saya sendiri tidak suka membagikan berita buruk ini, tapi berdasarkan pengalaman sendiri, pengalaman pengusaha-pengusaha yang pernah pada awalnya mengalami kegagal saat merintis bisnisnya baik pengusaha luar negeri dan pengusaha Indonesia, yang mereka tuliskan dalam buku biografinya. Mungkin beberapa alasan dibawah ini kita dapat mengetahui mengapa kita gagal sebagai pengusaha? 

  • Kita Takut
Emosi takut adalah salah satu beban paling yang paling membebani setiap orang. Sementara mengatasi hal itu tidak mudah. Ketakutan itu rumit, dan tidak bisa dianggap enteng. Sementara kita tidak menyadari bahwa itu penghambat terbesar bagi banyak orang untuk maju mengejar mimpi dan tujuannya. 

Misalnya : Modal usaha kita boleh dibilang kecil atau katakanlah pas-pas an. Sementara persaingan bisnis semakin kompetitif. Belum lagi produk atau jasa yang kita tawarkan masih baru, atau bahkan banyak diminati masyarakat. Bisa dipastikan rasa takut itu akan mampu menghentikan sebagian besar niat anda. Takut itu sering memunculkan kebingungan, keraguan, khawatir berlebihan, sangat hati-hati, sering menunda, ambisi berkurang, iri hati dan masih banyak lagi.  

Jika anda menunjukkan gelaja-gejala tersebut, tanyakan pada diri sendiri, apakah saya bisa menghindarinya?

Beberapa orang takut kebenaran karena mereka tidak mampu mengakui kekurangan mereka sendiri, dan mereka takut malu. Lainnya mungkin takut sukses, karena mereka tidak merasa bahwa mereka layak mendapatkannya. Ada yang takut gagal, dan tidak pernah mencoba sesuatu sehingga mereka dapat gagal. Tapi mungkin cengkraman kuat dari semua itu adalah ketakutan untuk berbeda. 

Menurut beberapa orang yang sudah berpengalaman yang saya baca, Langkah pertama untuk mengatasi rasa takut adalah menerima, rasakan ketakutan dan lakukan saja. Kesimpulanku : Bahwa tetap lakukan walaupun ketakutan itu selalu ada, tapi dengan tetap perhitungan.
pengusaha sukses, pengusaha gagal di indonesia,

  • Kita Tidak Tahu Bagaimana Untuk Melepaskan
Pengusaha skala kecil dan pemilik usaha kecil yang terkenal karena ingin melakukan semuanya sendiri. Keengganan mereka untuk mendapatkan bantuan mencegah bisnis mereka naik ketingkat berikutnya. Meskipun kita mungkin berpikir bahwa ini adalah satu-satunya cara untuk mendapatkan sesuatu dengan benar, kita perlu untuk mengontrol dijalan kesuksesan. Jika anda dapat belajar melepaskan, mendelegasikan sebagian pekerjaan itu, membangun tim dari orang-orang berbakat dengan skill yang bagus seperti mengontrol laporan keuangan usaha dan beberapa aspek lain dibisnis kita, itu bisa menguntungkan dalam jangka panjang. 

  • Kita Tidak Tekun

Kita sering tidak menyadari bahwa betapa dekatnya kita dengan keberhasilan saat menyerah. Kalau tidak salah Thomas Edison pernah mengakatan itu. Ketika berbicara gagal sebagai pengusaha, itu mengacu pada menyerah. Kemunduran, kegagalan sementara, ketidak pastian dan bisnis bahkan gagal adalah bagian dari menjadi seorang entrepreneur. Yang terbaik harus terus bangkit dari kegagalan dari waktu ke waktu, itu bisa dijadikan mengasah kewirausahaan.

Kadang-kadang dibutuhkan upaya abadi atau penolakan berulang untuk sampai ke tempat yang kita inginkan. Kalau anda membaca beberapa biografi pengusaha sukses, artis sukses, penyanyi sukses, penulis novel terkenal dan lain-lainnya. Mereka ditolak bahkan lebih dari puluhan kali. Tapi mereka tekun untuk mencoba maju dan niatnya tidak surut.

  • Kita Berhenti Berinvestasi dalam Diri Sendiri
"Saya berpikir bahwa banyak saran yang diberikan untuk orang-orang muda tentang menyimpan uang adalah salah. Aku tidak pernah disimpan sen sampai aku berusia 40 tahun. Saya diinvestasikan dalam diriku - dalam penelitian, dalam menguasai alat saya, dalam persiapan. Banyak pria yang meletakkan beberapa dolar seminggu ke bank akan lebih baik untuk memasukkannya ke dalam dirinya sendiri "-. Henry Ford

Sama seperti berinvestasi dalam bisnis, investasi pada diri sendiri dapat kita terima dalam beberapa tahun kedepan. Jika pendidikan kita berakhir pada sekolah formal, berarti kita melakukan kerugian. Pekerjaan-pekerjaan masa depan tidak diajarkan disekolah. Bahkan mungkin belum ditemukan. 

Jika ingin sukses di dunia yang serba cepat saat ini, yang terbaik untuk terus berinvestas dalam diri seolah-olah kita itu sebuah bisnis, apakah itu dengan kursus, pelatihan atau bahkan mendapatkan pelatih pribadi untuk tetap sehat. Berinvestasi daam diri sendiri, kita mungkin akan menemukan diri kia dalam kesuksesan besar tidak hanya dalam bisnis tetapi dalam semua aspek kehidupan.

  • Kita Mendapatkan Sesuatu yang Tidak Benar
"Efisiensi adalah melakukan hal yang benar. Efektifitas adalah melakukan hal yang benar. "- Peter Drucker

Banyak dari kita merasa seperti kita terlalu sibuk dengan memilih mana makanan yang baik, atau berpikir tentang masa depan kita. Tapi apakah kita semua benar-benar sibuk atau kita mengisi jadwal dengan lebih banyak dan lebih banyak, gagal untuk mengatakan tidak kepada yang tidak penting dan membiarkan hidup kita didikte oleh agenda orang lain?  Hal yang menuda-nunda sering hal yang paling penting. Menangani tugas berharga adalah hal pertama di pagi hari sebelum melakukan hal lain, dan kita dapat membuat lebih banyak kemajuan dalam beberapa minggu daripada yang kita lakukan ditahun yang lalu.

  • Kita Tidak Menyelesaikan
Kebanyakan anak muda berpikir jika bisnis ini tidak menguntungkan, akan mudah pindah ke bisnis lain. Apa yang terjadi jika kita pergi ke bisnis lain, menghabiskan enam bulan, satu tahun lagi, dua tahun, belajar keterampilan teknis industri lain, kemudian keluar. Lalu mengulangi di bisnis lain. 

Jika anda memiliki pola kuat pada sebuah proyek baru atau bisnis selama beberapa bulan dan kemudian menyerah, atau beralih ke proyek berikutnya, anda mungkin memiliki masalah dengan tahap penyelesaian. Keberhasilan dalam semalam tentu hal yang mustahil. Tahu kapan untuk memotong talu pada usaha gagal, tapi jangan menyerah hanya karena anda tidak mendapatkan keuntungan yang sama atau lebih besar dalam beberapa bulan ke depan.

Satu hal lagi yang perlu kita ingat. Kita tidak perlu menjadi seorang entrepreneur sepanjang waktu. Ambillah waktu beberapa jam dan memakai topi yang berbeda.Jadilah kakak, abang, suami, atau teman.  Sempatkan waktu anda untuk melakuan apa yang membuat anda bahagia, tetap seimbang dan sehat. 

6 Alasan Anda Gagal Sebagai Pengusaha dalam BerwirausahaBerwirausaha itu sulit, statistik menunjukkan tidak semua orang dapat mewujudkannya. Sebagian besar dari kita jatuh di suatu tempat dalam perjalanan - di suatu tempat lain kita berhasil, dan di lain waktu kita gagal. Namun, kita semua telah mendengar dari pengusaha yang mengalami waktu keberhasilan, dalam industri yang berbeda, dengan tim yang berbeda dan kondisi pasar yang berbeda pasti pernah mengalami yang namanya gagal. Pengusaha banyak yang gagal sebelum pada akhirnya kesuksesan itu tercapai.

Sebenarnya saya sendiri tidak suka membagikan berita buruk ini, tapi berdasarkan pengalaman sendiri, pengalaman pengusaha-pengusaha yang pernah pada awalnya mengalami kegagal saat merintis bisnisnya baik pengusaha luar negeri dan pengusaha Indonesia, yang mereka tuliskan dalam buku biografinya. Mungkin beberapa alasan dibawah ini kita dapat mengetahui mengapa kita gagal sebagai pengusaha? 

  • Kita Takut
Emosi takut adalah salah satu beban paling yang paling membebani setiap orang. Sementara mengatasi hal itu tidak mudah. Ketakutan itu rumit, dan tidak bisa dianggap enteng. Sementara kita tidak menyadari bahwa itu penghambat terbesar bagi banyak orang untuk maju mengejar mimpi dan tujuannya. 

Misalnya : Modal usaha kita boleh dibilang kecil atau katakanlah pas-pas an. Sementara persaingan bisnis semakin kompetitif. Belum lagi produk atau jasa yang kita tawarkan masih baru, atau bahkan banyak diminati masyarakat. Bisa dipastikan rasa takut itu akan mampu menghentikan sebagian besar niat anda. Takut itu sering memunculkan kebingungan, keraguan, khawatir berlebihan, sangat hati-hati, sering menunda, ambisi berkurang, iri hati dan masih banyak lagi.  

Jika anda menunjukkan gelaja-gejala tersebut, tanyakan pada diri sendiri, apakah saya bisa menghindarinya?

Beberapa orang takut kebenaran karena mereka tidak mampu mengakui kekurangan mereka sendiri, dan mereka takut malu. Lainnya mungkin takut sukses, karena mereka tidak merasa bahwa mereka layak mendapatkannya. Ada yang takut gagal, dan tidak pernah mencoba sesuatu sehingga mereka dapat gagal. Tapi mungkin cengkraman kuat dari semua itu adalah ketakutan untuk berbeda. 

Menurut beberapa orang yang sudah berpengalaman yang saya baca, Langkah pertama untuk mengatasi rasa takut adalah menerima, rasakan ketakutan dan lakukan saja. Kesimpulanku : Bahwa tetap lakukan walaupun ketakutan itu selalu ada, tapi dengan tetap perhitungan.
pengusaha sukses, pengusaha gagal di indonesia,

  • Kita Tidak Tahu Bagaimana Untuk Melepaskan
Pengusaha skala kecil dan pemilik usaha kecil yang terkenal karena ingin melakukan semuanya sendiri. Keengganan mereka untuk mendapatkan bantuan mencegah bisnis mereka naik ketingkat berikutnya. Meskipun kita mungkin berpikir bahwa ini adalah satu-satunya cara untuk mendapatkan sesuatu dengan benar, kita perlu untuk mengontrol dijalan kesuksesan. Jika anda dapat belajar melepaskan, mendelegasikan sebagian pekerjaan itu, membangun tim dari orang-orang berbakat dengan skill yang bagus seperti mengontrol laporan keuangan usaha dan beberapa aspek lain dibisnis kita, itu bisa menguntungkan dalam jangka panjang. 

  • Kita Tidak Tekun

Kita sering tidak menyadari bahwa betapa dekatnya kita dengan keberhasilan saat menyerah. Kalau tidak salah Thomas Edison pernah mengakatan itu. Ketika berbicara gagal sebagai pengusaha, itu mengacu pada menyerah. Kemunduran, kegagalan sementara, ketidak pastian dan bisnis bahkan gagal adalah bagian dari menjadi seorang entrepreneur. Yang terbaik harus terus bangkit dari kegagalan dari waktu ke waktu, itu bisa dijadikan mengasah kewirausahaan.

Kadang-kadang dibutuhkan upaya abadi atau penolakan berulang untuk sampai ke tempat yang kita inginkan. Kalau anda membaca beberapa biografi pengusaha sukses, artis sukses, penyanyi sukses, penulis novel terkenal dan lain-lainnya. Mereka ditolak bahkan lebih dari puluhan kali. Tapi mereka tekun untuk mencoba maju dan niatnya tidak surut.

  • Kita Berhenti Berinvestasi dalam Diri Sendiri
"Saya berpikir bahwa banyak saran yang diberikan untuk orang-orang muda tentang menyimpan uang adalah salah. Aku tidak pernah disimpan sen sampai aku berusia 40 tahun. Saya diinvestasikan dalam diriku - dalam penelitian, dalam menguasai alat saya, dalam persiapan. Banyak pria yang meletakkan beberapa dolar seminggu ke bank akan lebih baik untuk memasukkannya ke dalam dirinya sendiri "-. Henry Ford

Sama seperti berinvestasi dalam bisnis, investasi pada diri sendiri dapat kita terima dalam beberapa tahun kedepan. Jika pendidikan kita berakhir pada sekolah formal, berarti kita melakukan kerugian. Pekerjaan-pekerjaan masa depan tidak diajarkan disekolah. Bahkan mungkin belum ditemukan. 

Jika ingin sukses di dunia yang serba cepat saat ini, yang terbaik untuk terus berinvestas dalam diri seolah-olah kita itu sebuah bisnis, apakah itu dengan kursus, pelatihan atau bahkan mendapatkan pelatih pribadi untuk tetap sehat. Berinvestasi daam diri sendiri, kita mungkin akan menemukan diri kia dalam kesuksesan besar tidak hanya dalam bisnis tetapi dalam semua aspek kehidupan.

  • Kita Mendapatkan Sesuatu yang Tidak Benar
"Efisiensi adalah melakukan hal yang benar. Efektifitas adalah melakukan hal yang benar. "- Peter Drucker

Banyak dari kita merasa seperti kita terlalu sibuk dengan memilih mana makanan yang baik, atau berpikir tentang masa depan kita. Tapi apakah kita semua benar-benar sibuk atau kita mengisi jadwal dengan lebih banyak dan lebih banyak, gagal untuk mengatakan tidak kepada yang tidak penting dan membiarkan hidup kita didikte oleh agenda orang lain?  Hal yang menuda-nunda sering hal yang paling penting. Menangani tugas berharga adalah hal pertama di pagi hari sebelum melakukan hal lain, dan kita dapat membuat lebih banyak kemajuan dalam beberapa minggu daripada yang kita lakukan ditahun yang lalu.

  • Kita Tidak Menyelesaikan
Kebanyakan anak muda berpikir jika bisnis ini tidak menguntungkan, akan mudah pindah ke bisnis lain. Apa yang terjadi jika kita pergi ke bisnis lain, menghabiskan enam bulan, satu tahun lagi, dua tahun, belajar keterampilan teknis industri lain, kemudian keluar. Lalu mengulangi di bisnis lain. 

Jika anda memiliki pola kuat pada sebuah proyek baru atau bisnis selama beberapa bulan dan kemudian menyerah, atau beralih ke proyek berikutnya, anda mungkin memiliki masalah dengan tahap penyelesaian. Keberhasilan dalam semalam tentu hal yang mustahil. Tahu kapan untuk memotong talu pada usaha gagal, tapi jangan menyerah hanya karena anda tidak mendapatkan keuntungan yang sama atau lebih besar dalam beberapa bulan ke depan.

Satu hal lagi yang perlu kita ingat. Kita tidak perlu menjadi seorang entrepreneur sepanjang waktu. Ambillah waktu beberapa jam dan memakai topi yang berbeda.Jadilah kakak, abang, suami, atau teman.  Sempatkan waktu anda untuk melakuan apa yang membuat anda bahagia, tetap seimbang dan sehat. 

0 Response to "6 Alasan Anda Gagal Sebagai Pengusaha dalam Berwirausaha"

Post a Comment