Skip to main content

Tips Pengusaha - Rasa Lapar Dalam Bisnis

Tips Pengusaha  - Rasa Lapar Dalam Bisnis - Bukan hanya anda, atau saya yang bermimpi untuk memulai bisnis sendiri. Melainkan banyak orang memimpikan menjalankan bisnisnya sendiri. Dengan berbagai banyak alasan, mulai dari menjadi kaya, kepopuleran, mencari kepuasan sendiri, sekedar bertahan hidup atau karena terpaksa. Lalu apakah kita memiliki ciri-ciri seorang pengusahan dan gigih dalam mengatasi segala tantangan, rintangan? 

Sumber by teknikdiet.com
Selain karena alasan finansial. Apakah anda memulai bisnis karena dorongan yang kuat dan rasa lapar yang tak terbatas. Rasa lapar yang ada pada seorang entrepreneur sangat diperlukan untuk sukses dan mengarahkan bisnisnya ke arah keberuntungan. Baik anda sebagai pemilik bisnis tunggal atau kemitraan. Setiap entrepreneur mempunyai jalan panjang dan tantangan terbentang didepan. Rasa lapar yang dimaksud disini adalah  rasa lapar meraih kesuksesan dan mempunyai kenekatan dalam mencapai tujuan finansial yang baik dan tujuan pribadi dengan memulai bisnis. 

Anda harus memiliki rasa lapar yang tak terbatas. Tidak pernah puas dengan apa yang sudah didapat.Sama halnya ketika kita merasa lapar, apa yang dilakukan agar dapat makan. Bagaimana cara anda mendapatkan makanan ketika sedang lapar? Saya yakin apapun akan dilakukan untuk mengobati rasa lapar tersebut. Begitu juga dalam bisnis. 

Saya yakin para pebisnis yang sudah sukses saat ini pun melakukan hal yang sama. Mereka memiliki kekuatan untuk mendorong kesuksesannya. Hasrat yang kuat untuk memberikan kehidupan layak bagi orang tua atau keluarganya. Setidaknya sebelum memutuskan untuk membantu banyak orang, memikirkan keluarga agar dapat menikmati hidup dengan layak. 

Jika hari ini kita hidup dalam kemiskinan. Maka jangan biarkan keturunan anda merasakan hal yang sama dengan yang keadaan sekarang. Sebagian besar orang yang ingin menjadi pebisnis atau entrepreneur terlalu mengkhawatirkan apakah konsep bisnis mereka akan berhasil. Lalu mereka akan berkonsultasi dengan ide bisnisnya. Padahal jelas kita tahu keberhasilan sebuah bisnis tergantung  dari kapten kapal. Bagaimana sang kapten mengarahkan kapalnya ke arah yang tepat hingga sampai ke tujuan dengan selamat, dengan keteguhan hati, keberanian, kreativitas, dan ketekunan, khususnya ketika menghadapi kesulitan yang datang saat perjalanan. (Baca Juga : Apakah Resiko Wirausaha?)

Mungkin sebagai contoh dapat kita lihat bagaimana seorang Politikus mempunyai kekuatan rasa lapar akan kekuasaan. Menurut anda apa yang ada dalam pikiran mereka? Ketika seseorang sudah pernah menjabat sebagai Anggota DPR satu Periode. Tapi ketika dirinya masih memiliki peluang untuk maju satu periode lagi. Ia akan mencalonkan dirinya kembali. Why..! Kenapa kita tidak meniru mereka saat memulai bisnis. 

Sering sekali kita merasa orang kaya itu rakus. Padahal jika dilihat banyaknya usaha dan jumlah kekayaan mereka. Bisa saja tidak habis dalam beberapa puluh tahun kedepan. Tapi kenapa mereka terus mengembangkan bisnisnya semakin besar, bahkan terus menambah bidang lain dari bisnisnya. Karena mereka tetap merasa lapar untuk senantiasa berada di jalan yang telah mreka tetapkan. Mereka juga memikirkan banyak hidup orang yang bekerja dengan mereka. Kehidupan yang layak bagi orang yang bekerja pada mereka. 

Baca Juga : Modal Usaha Untuk Wirausaha

Fokuslah pada tujuan bisnis anda untuk mencapai mimpi-mimpi. Tidak ada tujuan lain dari memulai usaha selain menuju kesuksesan. 

Comments

Popular posts from this blog

Apa Itu Risiko inflasi ?

Risiko inflasi , juga disebut risiko daya beli, adalah peluang bahwa arus kas dari investasi tidak akan bernilai sebanyak di masa depan karena perubahan daya beli karena inflasi. Risiko inflasi mengacu pada risiko bahwa inflasi akan merusak kinerja investasi. Melihat hasil tanpa memperhitungkan inflasi adalah pengembalian nominal. Nilai yang harus dikhawatirkan oleh investor adalah daya beli, yang disebut sebagai pengembalian riil. Risiko inflasi adalah risiko yang diambil oleh investor saat memegang uang tunai atau berinvestasi dalam aset yang tidak terkait dengan inflasi. Risikonya adalah bahwa nilai tunai akan berkurang oleh inflasi. Sebagai contoh, jika seorang investor memegang 40% dari portofolio tunai $ 1.000.000 dan inflasi berjalan pada 5%, nilai tunai portofolio akan kehilangan $ 20.000 per tahun ($ 1 juta x 0,4 x 0,05) karena inflasi. Kinerja portofolio setelah inflasi diperhitungkan disebut 'pengembalian nyata'. Inflasi dapat mengikis nilai pengembalian. Ka...

Apa Arti Pedagang ? Ketegori, Jenis Pedagang dan Ciri-Ciri Pedagang

Pedagang adalah orang atau badan yang melakukan aktivitas jual beli barang atau jasa dipasar. Di dalam aktivitas perdagangan, Pedagang adalah orang atau instusi yang memperjualbelikan produk atau barang, kepada konsumen baik secara langsung maupun tidak langsung. Dalam ekonomi, pedagang dibedakan menurut jalur distribusi yang dilakukan dapat dibedakan menjadi : pedagang distributor (tunggal), pedagang partai besar, dan pedagang eceran.  Sedangkan pengertian pedagang secara etimologi adalah orang yang berdagang atau bisa disebut juga saudagar. Pedagang ialah orang yang melakukan perdagangan, memperjual belikan produk atau barang yang tidak diproduksi sendiri untuk memperoleh keuntungan. Berdasarkan penggunaan dan pengelolaan pendapatan yang diperoleh dari hasil perdagangan, pedagang dapat dikelompokan menjadi : Pedagang profesonal yaitu pedagang yang menggunakan aktivitas perdagangan merupakan pendapatan/sumber utasa dana satu-satunya begi ekonomi keluarga. Pedagang...

Apa Itu Resiko (Risk) ?Jenis - Jenis Risiko dalam Bisnis

Meskipun sering digunakan dalam konteks yang berbeda, risiko adalah kemungkinan bahwa suatu hasil tidak akan seperti yang diharapkan, khususnya mengacu pada pengembalian investasi dalam keuangan. Namun, ada beberapa jenis atau risiko, termasuk risiko investasi, risiko pasar, risiko inflasi, risiko bisnis, risiko likuiditas, dan lainnya. Umumnya, individu, perusahaan atau negara menanggung risiko bahwa mereka mungkin kehilangan sebagian atau seluruh investasi. Dalam konteks investor, risiko adalah jumlah ketidakpastian yang bersedia diterima oleh investor sehubungan dengan pengembalian di masa depan yang mereka harapkan dari investasi mereka. Toleransi risiko, kemudian, adalah tingkat risiko yang bersedia dimiliki oleh seorang investor dengan investasi - dan biasanya ditentukan oleh hal-hal seperti usia mereka dan jumlah pendapatan yang dapat dibuang. Risiko umumnya disebut dalam hal bisnis atau investasi, tetapi juga berlaku dalam situasi ekonomi makro. Misalnya, beberapa jeni...