Skip to main content

Tips Memilih dan Menjalankan Franchise agar Cepat Balik Modal

Franchise adalah nama internasional untuk bisnis waralaba. Secara istilah wara artinya lebih, sedangkan laba artinya untung. Jadi pengertiannya mengacu pada keuntungan yang lebih. Bisnis waralaba atau franchise menjadi pilihan yang paling tepat bagi Anda yang mengingkan bisnis yang instan. Saat ini banyak ragam bisnis franchise yang tersedia, mulai dari makanan, persewaaan, laundry dan lainnya. Agar bisa cepat balik modal, salah satu cara yang bisa digunakan adalah anda perlu memetakan pangsa pasarnya terlebih dahulu. Apakah di daerah anda punya potensi market yang besar atau justru pesaingnya sudah terlalu banyak. Franchise merupakan bentuk duplikasi bisnis yang telah sukses dan mempunyai brand yang sudah dikenal. Dengan demikian calon investor yang ingin membeli franchise tidak harus menajalankan bisnis dari nol. Tidak harus dipusingkan dengan nama produk, jenis produk, produksi, dan pemasaran. Mereka hanya menjalankan sistem yang telah berjalan dengan baik dan telah teruji keberhasilannya.

Berikut ini tips memilih dan menjalankan franchise agar cepat balik modal.

Tips memilih franchise
Beberapa model franchise bisa memberikan keuntungan yang luar biasa, seperti bimbingan belajar, restoran dan car wash. Ketiga jenis franchise ini selain bisa mendatangkan keuntungan yang lumayan, juga lumayan cepat balik modal. Namun, tentu diiringi dengan harga lisensinya yang agak mahal.

Untuk model franchise yang lebih murah dan lebih cepat balik modal adalah franchise makanan. Hal ini tidak bisa dipungkiri karena makanan adalah kebutuhan pokok setiap manusia. Semakin unik, lezat dan murah setiap produk makanan, akan semakin banyak menarik calon konsumen.
Tips Memilih dan Menjalankan Franchise agar Cepat Balik Modal

Tips menjalankan franchise agar cepat balik modal
Setelah menemukan franchise yang cocok dengan minat Anda, maka langkah selanjutnya adalah menemukan cara yang tepat untuk menjalankan usaha tersebut agar cepat balik modal.  Beberapa tips berikut ini bisa Anda coba:

1. Membangun kepercayaan pelanggan baru
Bisnis baru apapun jenisnya, baik franchise atau bukan, pasti butuh perkenalan kepada masyarakat agar tahu dan mau datang untuk menjadi konsumen. Untuk membangun kepercayaan, cara yang bisa digunakan adalah dengan melakukan promosi, memberikan promo harga, serta bisa memberikan produk dengan cuma-cuma di awal pembukaan.

Meskipun harus sedikit mengeluarkan lebih banyak modal, tapi yang penting orang tahu dan percaya kepada produk kita, sehingga bisa menjadi pelanggan tetap anda di masa depan.

2. Membuat Orang Tertarik
Setelah orang mengetahui produk anda, maka langkah kedua adalah bagaimana calon pembeli tertarik untuk membeli dan menjadi pelanggan. Jika Anda membeli franchise yang sudah punya nama dengan kualitas yang teruji maka itu adalah nilai positif, namun jika franchise yang Anda beli ternyata belum banyak dikenal orang, maka Anda harus menonjolkan kualitas dari produk yang anda jual agar orang tertarik membeli.

3. Sistem Monopoli Wilayah dengan Mengambil hak franchise utama

Cara ini adalah metode ekstrem yang bisa anda lakukan agar bisnis franchise Anda bisa cepat balik modal. Beberapa pemilik franchise mempunyai kebijakan dengan menjual hak utama franchise di suatu daerah. Dengan cara ini, maka setiap pengusaha yang ingin membuka bisnis franchise ini, harus dengan izin Anda, sehingga Anda cepat mendapatkan profit. Tentunya Anda juga perlu melakukan promosi agar bisa menjangkau lebih banyak sasaran.

4. Creative Marketing dengan memanfaatkan teknologi digital
Cara keempat untuk meningkatkan tingkat keberhasilan anda untuk bisa mendapatkan modal Anda kembali adalah dengan melakukan promosi melalui sosial media dan memberikan diskon tak terduga. Kedua cara ini dinilai efektif untuk menjangkau lebih banyak konsumen dan membuat produk anda tampak menarik dengan label diskon yang Anda sematkan.

Khususnya promosi melalui media sosial, Anda bisa melakukannya secara gratis dan bisa dilakukan secara masal. Pebisnis yang paham mengenai strategi promosi ini bakal cepat meraih keuntungan.

5. Pilih Pegawai yang Tepat
Franchise merupakan jenis usaha yang cocok bagi Anda yang memiliki modal yang cukup. Harga lisensi bisa saja murah sampai ke yang mahal dengan nilai ratusan juta rupiah. Salah satu kelemahan bisnis franchise adalah pemilik terlalu percaya pada sistem sehingga kurang mengetahui detail aplikasi franchise ini di lapangan. Padahal franchise memiliki tantangan yang berbeda di setiap wilayah. Anda harus memilih orang yang tepat dan berpengalaman di bisnis tersebut supaya bisnis Anda bisa balik modal dengan cepat.

Sumber Artikel Copy dari Suara.com

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Apa Arti Pedagang ? Ketegori, Jenis Pedagang dan Ciri-Ciri Pedagang

Pedagang adalah orang atau badan yang melakukan aktivitas jual beli barang atau jasa dipasar. Di dalam aktivitas perdagangan, Pedagang adalah orang atau instusi yang memperjualbelikan produk atau barang, kepada konsumen baik secara langsung maupun tidak langsung. Dalam ekonomi, pedagang dibedakan menurut jalur distribusi yang dilakukan dapat dibedakan menjadi : pedagang distributor (tunggal), pedagang partai besar, dan pedagang eceran.  Sedangkan pengertian pedagang secara etimologi adalah orang yang berdagang atau bisa disebut juga saudagar. Pedagang ialah orang yang melakukan perdagangan, memperjual belikan produk atau barang yang tidak diproduksi sendiri untuk memperoleh keuntungan. Berdasarkan penggunaan dan pengelolaan pendapatan yang diperoleh dari hasil perdagangan, pedagang dapat dikelompokan menjadi : Pedagang profesonal yaitu pedagang yang menggunakan aktivitas perdagangan merupakan pendapatan/sumber utasa dana satu-satunya begi ekonomi keluarga. Pedagang...

Apa Itu Risiko inflasi ?

Risiko inflasi , juga disebut risiko daya beli, adalah peluang bahwa arus kas dari investasi tidak akan bernilai sebanyak di masa depan karena perubahan daya beli karena inflasi. Risiko inflasi mengacu pada risiko bahwa inflasi akan merusak kinerja investasi. Melihat hasil tanpa memperhitungkan inflasi adalah pengembalian nominal. Nilai yang harus dikhawatirkan oleh investor adalah daya beli, yang disebut sebagai pengembalian riil. Risiko inflasi adalah risiko yang diambil oleh investor saat memegang uang tunai atau berinvestasi dalam aset yang tidak terkait dengan inflasi. Risikonya adalah bahwa nilai tunai akan berkurang oleh inflasi. Sebagai contoh, jika seorang investor memegang 40% dari portofolio tunai $ 1.000.000 dan inflasi berjalan pada 5%, nilai tunai portofolio akan kehilangan $ 20.000 per tahun ($ 1 juta x 0,4 x 0,05) karena inflasi. Kinerja portofolio setelah inflasi diperhitungkan disebut 'pengembalian nyata'. Inflasi dapat mengikis nilai pengembalian. Ka...

Apa Itu Usaha, Pengusaha dan Perusahaan? Jenis-Jenis Perusahaan

Apa Itu Usaha, Pengusaha dan Perusahaan? - Apa itu usaha? Usaha adalah kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk mendapatkan penghasilan berupa uang atau barang yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan mencapai kemakmuran hidup. Tentu usaha yang dilakukan secara terus menerus akan membuahkan hasil yang maksimal. Artinya kalau berbicara usaha, kegiatan untuk mencapai keuntungan baik langsung maupun tidak langsung. Sementara peluang usaha adalah sebuah kesempatan yang datang pada waktu tertentu yang tidak dapat dilewatkan oleh seorang wirausahawan demi mendapatkan keuntungan. Walau terkadang banyak yang takut dengan kesempatan yang datang. Pengusaha adalah orang(pribadi) atau persekutuan (badan hukum) yang menjalankan sebuah jenis perusahaan. Dalam melakukan usaha, seorang pengusaha tidak dapat berjalan sendiri. Ia membutuhkan tenaga kerja yang akan membantunya menjalankan roda bisnis yang dijalankan. Apalagi perusahaan yang dikelolanya sudah cukup besar, maka tena...