Skip to main content

Tips Atur Uang bagi Pemilik Online Shop

Apakah Anda seorang pemilik online shop yang belum lama merintis usaha di bidang online ini? Jika iya tentu saja butuh banyak perjuangan untuk membangun eksistensi dari toko online Anda, apalagi saat ini banyak orang yang memiliki online shop, sehingga Anda harus menemukan inovasi baru bagi bisnis online Anda agar bisa bersaing dengan kompetitor. Seorang pemilik online shop yang belum lama merintis usaha di bidang online haruslah dapat mengatur keuangan agar bisa terus berjalan dan tentu memberikan keuntungan. Kenapa harus mengatur keuangan? Karena keuangan merupakan modal utama dalam setiap bisnis. Mencatat pengeluaran dan pemasukan adalah salah satu cara mengatur uang bagi pemilik online shop.

Nah, masalah yang seringkali timbul dari online shop adalah kesalahan dalam memanajemen keuangan pada online shop, sehingga seringkali terjadi kasus seperti pemasukan yang ada besar, namun mengapa saldo di rekening justru tidak bertambah atau malah berkurang. Masalah klasik ini akan kami bantu carikan solusinya

Di postingan kali ini kami akan membahas serta berbagi tips mengenai cara mengatur uang bagi pemilik online shop yang setidaknya bisa Anda coba dalam mengelola keuangan online shop milik Anda. Berikut ini tips nya:
  • 1. Pisahkan Antara Uang Pribadi dengan Uang Usaha
    http://idemotivasibisnis.blogspot.co.id/2016/10/tips-atur-uang-bagi-pemilik-online-shop.html
Yang pertama dan yang paling utama harus diatur adalah melakukan pemisahan antara uang pribadi dengan uang usaha. Karena disinilah terdapat banyak kesalahan yang dilakukan orang sehingga uangnya hilang entah kemana tanpa ada pencatatan yang baik. Banyak orang yang meremehkan mengenai penggunaan uang pribadi maupun uang usaha sehingga berakibat saldo rekening malah berkurang walaupun pemasukan dari online shop lumayan besar.

Salah satu cara terbaik yang dapat digunakan adalah dengan memisahkan antara uang pribadi dengan uang usaha adalah membuat dua rekening yang berbeda. Jadi Anda memiliki 2 rekening, yakni rekening pribadi dengan rekening usaha online shop. Dengan begini kebutuhan uang usaha tidak akan terganggu dengan keperluan pribadi.

  • 2. Perhatikan dan Catat Biaya–Biaya yang Harus Dikeluarkan
Selain membedakan antara keperluan pribadi dengan usaha, langkah selanjutnya adalah dengan memperhatikan serta mencatat biaya-biaya yang harus dikeluarkan untuk kepentingan usaha online shop anda. Yang kami maksud misalkan seperti seperti biaya transport ke pengiriman, biaya kuota internet, ongkos ketik dan lain lain. Yang seperti ini harus Anda perhatikan betul-betul untuk dicatat di bagian pengeluaran Anda.

Biaya-biaya seperti ini termasuk kedalam biaya operasional dari bisnis Anda yang harus dicatat sebagai pengeluaran rutin setiap bulan ataupun dalam kurun waktu yang rutin. Nah, biasanya yang seperti ini juga bisa menyebabkan kebingungan antara jumlah uang dari pemasukan online shop tiba-tiba berkurang karena anda pakai sebagai biaya operasional karena tidak ada catatan apa pun.

  • 3. Buat Sistem “Gajian” dari Bisnis Anda
Siapa bilang anda pemilik bisnis online tidak bisa gajian, justru dengan bisnis online, anda bisa mendapatkan banyak keuntungan. Ya, maksud kami disini adalah Anda bisa mengambil keuntungan atau profit dengan cara pemasukan dikurangi dengan modal serta biaya tambahan seperti diatas. Silahkan transfer profit atau keuntungan yang ada ke rekening pribadi untuk dijadikan sebagai “gaji”

Banyak orang yang salah dalam point ini, mereka menganggap semua pendapatan yang masuk adalah keuntungan. Sehingga yang terjadi adalah kebingungan mengapa saldo yang ada justru berkurang. Yang perlu Anda lakukan untuk menghindari kesalahan ini adalah dengan menghitung betul antara pemasukan dengan modal dan biaya lain, serta profit atau keuntungan yang didapat.Nah, yang bisa Anda masukkan ke rekening pribadi adalah profit dari bisnis online Anda, bukan seluruh pemasukan yang dijadikan sebagai keuntungan.

  • 4. Konsisten Dalam Administrasi Serta Pencatatan
Sesuatu yang bernama bisnis tentu saja erat kaitannya dengan pencatatan serta manajemen administrasi. Nah, point terakhir yang perlu Anda ketahui serta lakukan adalah tetap konsisten dalam masalah administrasi serta pencatatan hasil usaha online shop Anda. Karena administrasi serta pencatatan merupakan indikator akan keberhasilan Anda dalam merancang bisnis online, terutama dalam online shop.

Konsistenlah dalam melakukan pencatatan ataupun merekap hasil pemasukan serta pengeluaran setiap bulan supaya Anda bisa mengetahui statistik keuangan pada bisnis Anda dengan mudah. Jika usaha anda sudah besar, Anda bisa mempekerjakan seorang yang bekerja khusus di bagian administrasi untuk mengurusi bagian keuangan bisnis Anda supaya lebih mudah.

  • Inti Bisnis Online adalah Keuletan
Pada intinya dalam bisnis online membutuhkan keuletan serta ketekunan dalam menjalaninya, karena seorang yang berhasil tidak mungkin hanya sekali mencoba, butuh berkali-kali mencoba untuk berhasil. Tips diatas semoga bisa menjadi motivasi bagi Anda untuk lebih tekun lagi dalam mendalami bisnis online, karena sebagaimana kita ketahui bahwa online shop saat ini sangat banyak saingannya, dan akan terus bertambah banyak pesaingnya, maka pintar-pintarlah anda dalam mengembangan online shop Anda. - Sumber dari Suara.com

Comments

Popular posts from this blog

Apa Arti Pedagang ? Ketegori, Jenis Pedagang dan Ciri-Ciri Pedagang

Pedagang adalah orang atau badan yang melakukan aktivitas jual beli barang atau jasa dipasar. Di dalam aktivitas perdagangan, Pedagang adalah orang atau instusi yang memperjualbelikan produk atau barang, kepada konsumen baik secara langsung maupun tidak langsung. Dalam ekonomi, pedagang dibedakan menurut jalur distribusi yang dilakukan dapat dibedakan menjadi : pedagang distributor (tunggal), pedagang partai besar, dan pedagang eceran.  Sedangkan pengertian pedagang secara etimologi adalah orang yang berdagang atau bisa disebut juga saudagar. Pedagang ialah orang yang melakukan perdagangan, memperjual belikan produk atau barang yang tidak diproduksi sendiri untuk memperoleh keuntungan. Berdasarkan penggunaan dan pengelolaan pendapatan yang diperoleh dari hasil perdagangan, pedagang dapat dikelompokan menjadi : Pedagang profesonal yaitu pedagang yang menggunakan aktivitas perdagangan merupakan pendapatan/sumber utasa dana satu-satunya begi ekonomi keluarga. Pedagang...

Apa Itu Risiko inflasi ?

Risiko inflasi , juga disebut risiko daya beli, adalah peluang bahwa arus kas dari investasi tidak akan bernilai sebanyak di masa depan karena perubahan daya beli karena inflasi. Risiko inflasi mengacu pada risiko bahwa inflasi akan merusak kinerja investasi. Melihat hasil tanpa memperhitungkan inflasi adalah pengembalian nominal. Nilai yang harus dikhawatirkan oleh investor adalah daya beli, yang disebut sebagai pengembalian riil. Risiko inflasi adalah risiko yang diambil oleh investor saat memegang uang tunai atau berinvestasi dalam aset yang tidak terkait dengan inflasi. Risikonya adalah bahwa nilai tunai akan berkurang oleh inflasi. Sebagai contoh, jika seorang investor memegang 40% dari portofolio tunai $ 1.000.000 dan inflasi berjalan pada 5%, nilai tunai portofolio akan kehilangan $ 20.000 per tahun ($ 1 juta x 0,4 x 0,05) karena inflasi. Kinerja portofolio setelah inflasi diperhitungkan disebut 'pengembalian nyata'. Inflasi dapat mengikis nilai pengembalian. Ka...

Apa Itu Usaha, Pengusaha dan Perusahaan? Jenis-Jenis Perusahaan

Apa Itu Usaha, Pengusaha dan Perusahaan? - Apa itu usaha? Usaha adalah kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk mendapatkan penghasilan berupa uang atau barang yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan mencapai kemakmuran hidup. Tentu usaha yang dilakukan secara terus menerus akan membuahkan hasil yang maksimal. Artinya kalau berbicara usaha, kegiatan untuk mencapai keuntungan baik langsung maupun tidak langsung. Sementara peluang usaha adalah sebuah kesempatan yang datang pada waktu tertentu yang tidak dapat dilewatkan oleh seorang wirausahawan demi mendapatkan keuntungan. Walau terkadang banyak yang takut dengan kesempatan yang datang. Pengusaha adalah orang(pribadi) atau persekutuan (badan hukum) yang menjalankan sebuah jenis perusahaan. Dalam melakukan usaha, seorang pengusaha tidak dapat berjalan sendiri. Ia membutuhkan tenaga kerja yang akan membantunya menjalankan roda bisnis yang dijalankan. Apalagi perusahaan yang dikelolanya sudah cukup besar, maka tena...