Skip to main content

Inilah 8 Orang Sukses dan Kaya Selalu Pakai Baju Sama Setiap Hari

Mark Zuckerberg dan Steve Jobs adalah dua orang pengusaha sukses yang selalu memakai baju yang sama setiap hari. Padahal dilihat dari kekayaannya, beli baju seharga apapun mereka pasti mampu. Hal ini mungkin terkesan aneh dan tidak biasa. Namun ternyata, beberapa pengusaha terkaya di dunia ini justru memilih pakaian yang sama. Namun jika Anda perhatikan lebih lanjut, ternyata orang yang selalu pakai baju itu-itu saja seringkali adalah mereka yang masuk dalam klasifikasi orang sukses, orang penting, bahkan orang terkaya di dunia. Karena jika kita amati, tak disangka banyak publik figur yang menjalani gaya hidup seperti ini.

Berikut ini adalah alasan kenapa beberapa orang sukses atau pengusaha selalu pakai baju yang sama setiap hari ;
  • Memudahkan dalam pemilihan pakaian, meskipun di lemari ada berbagai jenis pakaian dan pilihan waktu.
  • Hemat waktu dalam mempersiapkan diri saat berangkat kerja.
  • Mengurangi stress dalam pemilihan tema baju yang harus dipakai. Tapi persoalan ini dapat diatasi saat kita sudah memiliki 'seragam' tersendiri. Kita sudah tidak akan berpikir tentang memilih pakaian ini.
  • Sungguh melelahkan untuk memilih pakaian yang akan dipakai setiap hari (mengurangi konsumsi energi)
  • Lebih mudah dicari dan fleksibel. Mudah dicari, fleksibel dan selalu mengena pada waktunya. Karena semakin minimalist modelnya semakin memiliki banyak pengikut. Semuanya sudah tersedia dan tidak perlu pusing.
  • Mencegah pemborosan ketika Anda membeli pakaian yang Anda tidak butuhkan. Tidak semua pakaian yang Anda beli akan cocok untuk Anda pakai untuk pergi bekerja. 
  • Nyaman - Memakai pakaian harus membuat Anda merasa nyaman
    http://idemotivasibisnis.blogspot.co.id/2016/10/orang-sukses-dan-kaya-pakai-baju-sama-setiap-hari.html
Berikut lima orang sukses yang selalu pakai baju sama setiap hari dilansir dari Forbes;
  • Mark Zuckerberg
Sang pendiri Facebook ini juga kerap tampil apa adanya hanya dengan menggunakan kaos polos abu-abu dan jeans biru. Pemakaian hoodie dan topi pun kerap digunakan oleh Mark untuk kegiataan-kegiatan di luar ruangan. Jarang sekali melihat Mark tampil formal mengenakan jas, berkemeja dan berdasi, kecuali pada saat acara pernikahannya dulu. Mark Elliot Zuckerberg (lahir di White Plains, New York, 14 Mei 1984; umur 32 tahun) adalah seorang pemrogram komputer dan pengusaha Internet.  Ia dikenal karena menciptakan situs jejaring sosial Facebook bersama temannya, yang dengan itu ia menjadi pejabat eksekutif dan presiden. Pada tahun 2010, Zuckerberg terpilih sebagai Person of the Year versi majalah Time. Pada 2011, kekayaan pribadinya ditaksir mencapai $17,55 miliar.

  • Steve Jobs
Pendiri perusahaan teknologi Apple ini sering sekali terlihat mengenakan kaos turtleneck, jeans biru dan sepatu kets untuk penampilan sehari-harinya. Jarang sekali kita melihat mendiang Bos Apple ini mengganti pakaian yang ia kenakan sehari-hari. Steve adalah seorang tokoh bisnis dan penemu dari Amerika Serikat. Ia adalah pendiri pendamping, ketua, dan mantan CEO Apple Inc. Pada akhir 1970-an, Jobs, bersama pendiri pendamping Apple Steve Wozniak, Mike Markkula, dan lainnya, merancang, mengembangkan, dan memasarkan salah satu jajaran komputer pribadi pertama yang sukses secara komersial, yaitu seri Apple II.
Ciri: kaus hitam lengan panjang dengan leher tinggi, jins biru dan sepatu sneakers.

  • Barack Obama
Walau merupakan orang nomor satu di Amerika Serikat, Barack Obama ternyata kerap menggunakan setelan yang sama dalam berbagai kesempatan. Ia senang mengenakan jas berwarna abu-abu tua dan biru. Barack Obama adalah Presiden Amerika Serikat ke-44 yang saat ini sedang menjabat. Ia merupakan orang Afrika Amerika pertama yang menempati jabatan tersebut.
Ciri: jas biru atau abu-abu.

  • Karl Lagerfeld
Desainer ternama dunia Karl Lagerfeld kerap terlihat memakai pakaian yang serba hitam. Ia juga tidak lupa melengkapi penampilannya dengan menggunakan kacamata hitam di berbagai kesempatan. Ia juga adalah perancang busana dari Jerman. Lagerfeld bekerja sama dengan berbagai perusahaan busana, utamanya Chanel, tapi juga merek lain seperti Chloé dan Fendi. Lagerfeld juga memiliki merek tersendiri bernama Karl Lagerfeld.  Lagerfeld juga adalah seorang fotografer.

  • Albert Einstein
Ilmuwan satu ini selalu memakai jas berwarna abu-abu dengan rambut yang acak-acakan. Einstein mengatakan bahwa keputusannya berbusana sama setiap hari membuatnya mudah menghemat waktu dan mengerjakan pekerjaan lain. Albert Einstein adalah seorang ilmuwan fisika teoretis yang dipandang luas sebagai ilmuwan terbesar dalam abad ke-20. Dia mengemukakan teori relativitas dan juga banyak menyumbang bagi pengembangan mekanika kuantum, mekanika statistika, dan kosmologi.

Istri keduanya, Elsa, pernah mengatakan kerap menyediakan jas berwarna tajam. Setelah umurnya bertambah, Einstein memperlihatkan kecenderungan kepada baju kaus berbahan katun dan memakai sandal.

  • Christopher Nolan
Ciri: jaket gelap berkerah sempit, dengan kemeja biru, celana panjang hitam dan sepatu santai. Sudah lama Nolan berpendapat, "adalah buang energi jika harus memutuskan pakaian baru setiap harinya," kata Direktor film Interstellar tersebut.

  • Simon Cowell
Juri ajang pencarian bakat di Inggris, yang komentarnya dikenal paling sadis tersebut, nyatanya juga terkenal tidak suka gonta-ganti pakaian. Isi lemarinya sangat monoton, kaus kasual dan jeans combo, serta sedikit koleksi jas formal, celana hitam dan kemeja putih.

  • Angelina Jolie
Angelina Jolie akan terlihat sangat memesona ketika berada di karpet merah, dengan mengenakan gaun rancangan desainer paling ternama, yang mayoritas berwarna hitam. Namun, sehari-harinya, istri Brad Pitt ini lebih senang mengenakan baju koleksi kapsul. Misalnya, saat tur sebagai duta Komisioner Tinggi PBB untuk Urusan Pengungsi (UNHCR), dia biasa mengenakan baju berwarna hitam, putih, biru tua, dan abu-abu, yang dipadu dengan celana ramping, sepatu balerina, dan blus longgar.

Comments

Popular posts from this blog

Apa Itu Risiko inflasi ?

Risiko inflasi , juga disebut risiko daya beli, adalah peluang bahwa arus kas dari investasi tidak akan bernilai sebanyak di masa depan karena perubahan daya beli karena inflasi. Risiko inflasi mengacu pada risiko bahwa inflasi akan merusak kinerja investasi. Melihat hasil tanpa memperhitungkan inflasi adalah pengembalian nominal. Nilai yang harus dikhawatirkan oleh investor adalah daya beli, yang disebut sebagai pengembalian riil. Risiko inflasi adalah risiko yang diambil oleh investor saat memegang uang tunai atau berinvestasi dalam aset yang tidak terkait dengan inflasi. Risikonya adalah bahwa nilai tunai akan berkurang oleh inflasi. Sebagai contoh, jika seorang investor memegang 40% dari portofolio tunai $ 1.000.000 dan inflasi berjalan pada 5%, nilai tunai portofolio akan kehilangan $ 20.000 per tahun ($ 1 juta x 0,4 x 0,05) karena inflasi. Kinerja portofolio setelah inflasi diperhitungkan disebut 'pengembalian nyata'. Inflasi dapat mengikis nilai pengembalian. Ka...

Apa Arti Pedagang ? Ketegori, Jenis Pedagang dan Ciri-Ciri Pedagang

Pedagang adalah orang atau badan yang melakukan aktivitas jual beli barang atau jasa dipasar. Di dalam aktivitas perdagangan, Pedagang adalah orang atau instusi yang memperjualbelikan produk atau barang, kepada konsumen baik secara langsung maupun tidak langsung. Dalam ekonomi, pedagang dibedakan menurut jalur distribusi yang dilakukan dapat dibedakan menjadi : pedagang distributor (tunggal), pedagang partai besar, dan pedagang eceran.  Sedangkan pengertian pedagang secara etimologi adalah orang yang berdagang atau bisa disebut juga saudagar. Pedagang ialah orang yang melakukan perdagangan, memperjual belikan produk atau barang yang tidak diproduksi sendiri untuk memperoleh keuntungan. Berdasarkan penggunaan dan pengelolaan pendapatan yang diperoleh dari hasil perdagangan, pedagang dapat dikelompokan menjadi : Pedagang profesonal yaitu pedagang yang menggunakan aktivitas perdagangan merupakan pendapatan/sumber utasa dana satu-satunya begi ekonomi keluarga. Pedagang...

Apa Itu Resiko (Risk) ?Jenis - Jenis Risiko dalam Bisnis

Meskipun sering digunakan dalam konteks yang berbeda, risiko adalah kemungkinan bahwa suatu hasil tidak akan seperti yang diharapkan, khususnya mengacu pada pengembalian investasi dalam keuangan. Namun, ada beberapa jenis atau risiko, termasuk risiko investasi, risiko pasar, risiko inflasi, risiko bisnis, risiko likuiditas, dan lainnya. Umumnya, individu, perusahaan atau negara menanggung risiko bahwa mereka mungkin kehilangan sebagian atau seluruh investasi. Dalam konteks investor, risiko adalah jumlah ketidakpastian yang bersedia diterima oleh investor sehubungan dengan pengembalian di masa depan yang mereka harapkan dari investasi mereka. Toleransi risiko, kemudian, adalah tingkat risiko yang bersedia dimiliki oleh seorang investor dengan investasi - dan biasanya ditentukan oleh hal-hal seperti usia mereka dan jumlah pendapatan yang dapat dibuang. Risiko umumnya disebut dalam hal bisnis atau investasi, tetapi juga berlaku dalam situasi ekonomi makro. Misalnya, beberapa jeni...