Skip to main content

Apa itu Asuransi Syariah Sinarmas?

Asuransi Syariah Sinarmas adalah produk asuransi dari Sinarmas dengan konsep syariah. Asuransi Syariah sendiri adalah usaha kerjasama untuk saling melindungi dan tolong menolong diantara sejumlah orang dalam menghadapi terjadinya musibah atau bencana melalui perjanjian yang disepakati bersama. Perjanjian yang digunakan merupakan akad takafuli (tolong-menolong) bukan akad tadabuli (jual-beli). Jadi akad yang digunakan dalam Asuransi Syariah bersifat tolong menolong (ta'awun) dengan menggunakan prinsip dasar Tabarru' dan dalam pengelolaan dana (investasi) menggunakan prinsip Mudharabah melalui instrumen investasi syariah.

Akad takafuli yaitu perjanjian sekelompok orang yang disebut peserta yang secara timbal balik saling menanggung atau menanggung bersama risiko diantara peserta atas dasar saling tolong menolong dalam kebaikan dan takwa.

Baca Juga : 5 Asuransi Syariah BNI Life Terbaik Indonesia

Konsep Asuransi Syariah adalah konsep tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan. Ini berarti dalam Asuransi Syariah semua peserta merupakan satu keluarga besar akan saling melindungi dan bersama-sama akan menanggung risiko keuangan dari musibah yang mungkin terjadi. Konsep Asuransi Syariah ini dilakukan melalui mekanisme perjanjian (akad).

Baca Juga : Pengertian Asuransi Syariah dan Perbedaannya dengan Asuransi Konvensional

Akad dalam asuransi syariah harus sesuai dengan syariah Islam yakni Akad yang tidak mengandung Gharar (ketidak pastian), Maysir (perjudian), Riba (bunga), barang haram dan maksiat yang dilarang dalam akad-akad keuangan islami.

Dalam kehidupan sehari-hari terdapat bermacam-macam akad seperti :
    http://idemotivasibisnis.blogspot.co.id/2016/10/apa-itu-asuransi-syariah-sinarmas.html
  • Akad Ijarah (sewa)
  • Akad Syirkah (kerjasama)
  • Akad Wakalah (sebagai wakil)
  • Akad Mudharabah (bagi hasil), dan seterusnya

Baca Juga : Keunggulan Asuransi Sinarmas Online (Simas mobil online)

Namun, dalam konsep Asuransi Syariah, Akad yang dipergunakan dapat dirangkum sbb :
Akad Tijarah adalah semua bentuk akad yang dilakukan untuk tujuan komersial yang menyangkut profit transaction dengan tujuan mencari keuntungan.
  • Akad Tabarru adalah semua bentuk akad yang dilakukan dengan tujuan kebajikan dan tolong-menolong, bukan semata untuk tujuan komersial. Dalam Akad Tabarru harus disebutkan:
  • Kesepakatan para peserta untuk saling tolong-menolong (ta'awun)
  • Hak dan kewajiban peserta (baik individu maupun kelompok) dan perusahaan;
  • Cara dan waktu pembayaran premi dan klaim;
  • Ketentuan mengenai boleh atau tidaknya kontribusi ditarik kembali oleh peserta dalam hal terjadi pembatalan oleh peserta.
  • Ketentuan mengenai alternatif dan persentase pembagian Surplus Underwriting

Comments

Popular posts from this blog

Apa Arti Pedagang ? Ketegori, Jenis Pedagang dan Ciri-Ciri Pedagang

Pedagang adalah orang atau badan yang melakukan aktivitas jual beli barang atau jasa dipasar. Di dalam aktivitas perdagangan, Pedagang adalah orang atau instusi yang memperjualbelikan produk atau barang, kepada konsumen baik secara langsung maupun tidak langsung. Dalam ekonomi, pedagang dibedakan menurut jalur distribusi yang dilakukan dapat dibedakan menjadi : pedagang distributor (tunggal), pedagang partai besar, dan pedagang eceran.  Sedangkan pengertian pedagang secara etimologi adalah orang yang berdagang atau bisa disebut juga saudagar. Pedagang ialah orang yang melakukan perdagangan, memperjual belikan produk atau barang yang tidak diproduksi sendiri untuk memperoleh keuntungan. Berdasarkan penggunaan dan pengelolaan pendapatan yang diperoleh dari hasil perdagangan, pedagang dapat dikelompokan menjadi : Pedagang profesonal yaitu pedagang yang menggunakan aktivitas perdagangan merupakan pendapatan/sumber utasa dana satu-satunya begi ekonomi keluarga. Pedagang...

Apa Itu Risiko inflasi ?

Risiko inflasi , juga disebut risiko daya beli, adalah peluang bahwa arus kas dari investasi tidak akan bernilai sebanyak di masa depan karena perubahan daya beli karena inflasi. Risiko inflasi mengacu pada risiko bahwa inflasi akan merusak kinerja investasi. Melihat hasil tanpa memperhitungkan inflasi adalah pengembalian nominal. Nilai yang harus dikhawatirkan oleh investor adalah daya beli, yang disebut sebagai pengembalian riil. Risiko inflasi adalah risiko yang diambil oleh investor saat memegang uang tunai atau berinvestasi dalam aset yang tidak terkait dengan inflasi. Risikonya adalah bahwa nilai tunai akan berkurang oleh inflasi. Sebagai contoh, jika seorang investor memegang 40% dari portofolio tunai $ 1.000.000 dan inflasi berjalan pada 5%, nilai tunai portofolio akan kehilangan $ 20.000 per tahun ($ 1 juta x 0,4 x 0,05) karena inflasi. Kinerja portofolio setelah inflasi diperhitungkan disebut 'pengembalian nyata'. Inflasi dapat mengikis nilai pengembalian. Ka...

Apa Itu Usaha, Pengusaha dan Perusahaan? Jenis-Jenis Perusahaan

Apa Itu Usaha, Pengusaha dan Perusahaan? - Apa itu usaha? Usaha adalah kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk mendapatkan penghasilan berupa uang atau barang yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan mencapai kemakmuran hidup. Tentu usaha yang dilakukan secara terus menerus akan membuahkan hasil yang maksimal. Artinya kalau berbicara usaha, kegiatan untuk mencapai keuntungan baik langsung maupun tidak langsung. Sementara peluang usaha adalah sebuah kesempatan yang datang pada waktu tertentu yang tidak dapat dilewatkan oleh seorang wirausahawan demi mendapatkan keuntungan. Walau terkadang banyak yang takut dengan kesempatan yang datang. Pengusaha adalah orang(pribadi) atau persekutuan (badan hukum) yang menjalankan sebuah jenis perusahaan. Dalam melakukan usaha, seorang pengusaha tidak dapat berjalan sendiri. Ia membutuhkan tenaga kerja yang akan membantunya menjalankan roda bisnis yang dijalankan. Apalagi perusahaan yang dikelolanya sudah cukup besar, maka tena...