Skip to main content

Tips Memilih Asuransi Mobil

Sudahkah Anda membeli asuransi mobil? Jika belum sebaiknya pertimbangkan untuk membelinya. Mengapa? Karena dengan membeli asuransi mobil berarti Anda telah mengendalikan kerugian finansial saat resiko seperti tabrakan, tergelincir, terbalik, dll terjadi pada mobil Anda. Untuk ini, saat Anda membeli asuransi mobil, perhatikan tips berikut:
  • Perhatikan Reputasi Perusahaan
Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah memperhatikan reputasi perusahaan yang menawarkan asuransi mobil tersebut. Reputasi perusahaan bisa Anda lihat dari sejak kapan perusahaan tersebut berdiri, optimal atau tidaknya pelayanan yang diberikan kepada setiap kliennya, banyak tidaknya klien yang komplain pada perusahaan tersebut, dll.
  • Perhatikan hal yang dijamin dan tidak dijamin dalam Polis Asuransi
Anda juga harus memperhatikan hal yang dijamin dan tidak dijamin dalam polis asuransi mobil tersebut. Misalnya, perusahaan asuransi hanya menjamin kerusakan di atas 75% dari nilai pertanggungan (dalam TLO) dan perusahaan tidak akan memberikan ganti rugi jika kerusakan mobil terjadi akibat bencana alam.
  • Perhatikan Bengkel Rekanan
Hal yang harus Anda perhatikan adalah cari tahu letak bengkel rekanan dan kualitas dari bengkel tersebut. Pertimbangkan jika letak bengkel terlalu jauh. Selain itu, kualitas bengkel dalam artian bengkel tersebut memberikan perawatan terbaik terhadap mobil Anda (dari segi pegawai dan spare part).
  • Pertimbangkan Layanan tambahan
Pastikan bengkel tersebut memiliki layanan tambahan yang akan menguntungkan Anda. Layanan tersebut misalnya layanan derek, ambulan, customer service 24 jam, ongkos transportasi, perbaikan bengkel, new for old, dan lain sebagainya.
  • Pertimbangkan Premi Yang Ditawarkan
Sebaiknya, pertimbangkan premi yang ditawarkan oleh setiap perusahaan. Bila perlu, Anda bandingkan premi-premi tersebut. Dengan catatan, tarif premi masih masuk akal (wajar). Artinya, jangan terlalu yakin dengan perusahaan asuransi yang menawarkan premi di bawah standar. Bisa jadi perusahaan tersebut abal-abal. (Sumber by asuransi-mobil.org)

Comments

Popular posts from this blog

Apa Arti Pedagang ? Ketegori, Jenis Pedagang dan Ciri-Ciri Pedagang

Pedagang adalah orang atau badan yang melakukan aktivitas jual beli barang atau jasa dipasar. Di dalam aktivitas perdagangan, Pedagang adalah orang atau instusi yang memperjualbelikan produk atau barang, kepada konsumen baik secara langsung maupun tidak langsung. Dalam ekonomi, pedagang dibedakan menurut jalur distribusi yang dilakukan dapat dibedakan menjadi : pedagang distributor (tunggal), pedagang partai besar, dan pedagang eceran.  Sedangkan pengertian pedagang secara etimologi adalah orang yang berdagang atau bisa disebut juga saudagar. Pedagang ialah orang yang melakukan perdagangan, memperjual belikan produk atau barang yang tidak diproduksi sendiri untuk memperoleh keuntungan. Berdasarkan penggunaan dan pengelolaan pendapatan yang diperoleh dari hasil perdagangan, pedagang dapat dikelompokan menjadi : Pedagang profesonal yaitu pedagang yang menggunakan aktivitas perdagangan merupakan pendapatan/sumber utasa dana satu-satunya begi ekonomi keluarga. Pedagang...

Apa Itu Risiko inflasi ?

Risiko inflasi , juga disebut risiko daya beli, adalah peluang bahwa arus kas dari investasi tidak akan bernilai sebanyak di masa depan karena perubahan daya beli karena inflasi. Risiko inflasi mengacu pada risiko bahwa inflasi akan merusak kinerja investasi. Melihat hasil tanpa memperhitungkan inflasi adalah pengembalian nominal. Nilai yang harus dikhawatirkan oleh investor adalah daya beli, yang disebut sebagai pengembalian riil. Risiko inflasi adalah risiko yang diambil oleh investor saat memegang uang tunai atau berinvestasi dalam aset yang tidak terkait dengan inflasi. Risikonya adalah bahwa nilai tunai akan berkurang oleh inflasi. Sebagai contoh, jika seorang investor memegang 40% dari portofolio tunai $ 1.000.000 dan inflasi berjalan pada 5%, nilai tunai portofolio akan kehilangan $ 20.000 per tahun ($ 1 juta x 0,4 x 0,05) karena inflasi. Kinerja portofolio setelah inflasi diperhitungkan disebut 'pengembalian nyata'. Inflasi dapat mengikis nilai pengembalian. Ka...

Apa Itu Usaha, Pengusaha dan Perusahaan? Jenis-Jenis Perusahaan

Apa Itu Usaha, Pengusaha dan Perusahaan? - Apa itu usaha? Usaha adalah kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk mendapatkan penghasilan berupa uang atau barang yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan mencapai kemakmuran hidup. Tentu usaha yang dilakukan secara terus menerus akan membuahkan hasil yang maksimal. Artinya kalau berbicara usaha, kegiatan untuk mencapai keuntungan baik langsung maupun tidak langsung. Sementara peluang usaha adalah sebuah kesempatan yang datang pada waktu tertentu yang tidak dapat dilewatkan oleh seorang wirausahawan demi mendapatkan keuntungan. Walau terkadang banyak yang takut dengan kesempatan yang datang. Pengusaha adalah orang(pribadi) atau persekutuan (badan hukum) yang menjalankan sebuah jenis perusahaan. Dalam melakukan usaha, seorang pengusaha tidak dapat berjalan sendiri. Ia membutuhkan tenaga kerja yang akan membantunya menjalankan roda bisnis yang dijalankan. Apalagi perusahaan yang dikelolanya sudah cukup besar, maka tena...