Skip to main content

3 Cara Cerdas Menyiapkan Dana Pendidikan Anak

Dana pendidikan adalah sumber daya keuangan yang disediakan untuk menyelenggarakan dan mengelola pendidikan. Pendanaan pendidikan adalah penyediaan sumberdaya keuangan yang diperlukan untuk penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan. Sementara Asuransi pendidikan adalah jenis asuransi jangka panjang yang bisa diambil setelah anak mencapai usia tertentu dan siap masuk sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Setiap orang tentu ingin mempersiapkan segala hal terbaik bagi anak, termasuk pendidikan. Dengan mengambil asuransi pendidikan berarti Anda menabung sekaligus mengambil asuransi jiwa secara bersamaan. Apabila Anda akan membuat prioritas finansial, sebaiknya dana pendidikan didahulukan sebelum tujuan lain. Alasannya, pendidikan tak bisa ditunda, sedangkan bila Anda pensiun dan mengalami kekurangan uang, Anda masih bisa mencoba-coba dari penghasilan lagi.

Berikut adalah cara mempersiapkan dana pendidikan seperti dikutip dari Zap Finance - Ayahbunda.co.id
  • a. Tabungan Pendidikan
Ini lebih fokus pada unsur menabung, dan tidak punya fitur jaminan bila Anda tidak sanggup meneruskan setoran. Ini sangat berguna bila anak Anda akan bersekolah dalam jangka waktu kurang dari 2 tahun, namun Anda belum punya modalnya. Namun, jika di atas usia itu, return yang diberikan tabungan pendidikan sepertinya tidak sanggup menghadapi inflasi pendidikan yang semakin tinggi. Sebaiknya, mulai memilih instrumen investasi yang tepat.
Tabungan pendidikan, adalah kontrak antara bank dengan Anda sebagai orangtua yang setuju bank mendebet sejumlah dana secara rutin dari rekening Anda untuk disetorkan ke dalam rekening tabungan pendidikan anak. 
  • b. Asuransi pendidikan
Berbeda dengan tabungan pendidikan yang bisa Anda kelola sendiri, asuransi pendidikan akan fokus pada penggantian uang pertanggungan, serta memberikan fitur pembayaran uang pada periode tertentu. Baca -  6 Tips Memilih Asuransi Pendidikan Anak yang Tepat

  • c. Instrumen Investasi
Pertama, ORI dan Sukuk Ritel. Produk ini cocok untuk Anda yang sudah punya modal untuk biaya sekolah anak 3-4 tahun lagi, dan ingin memeroleh return yang lebih tinggi dari tabungan. Risiko kehilangan modal sangat kecil bila ditahan hingga jatuh tempo. Kedua, logam mulia. Bisa dibeli dengan satuan 1 gram, ini juga cocok untuk Anda yang mempersiapkan dana pendidikan untuk 3-5 tahun lagi. Anda bisa membeli rutin per bulan seperti menabung.

Kedua, reksa dana campuran. Pembelian reksa dana yang bisa dimulai dengan Rp500 ribu per bulan, ini cocok untuk kebutuhan dana pendidikan 5-10 tahun lagi.

Ketiga, reksadana saham. Dengan potensi return yang bisa mencapai 20% per tahun, produk ini bisa menghadapi inflasi pendidikan untuk kebutuhan diatas 10 tahun lagi. - Sumber Artikel ayahbunda.co.id

Comments

Popular posts from this blog

Apa Arti Pedagang ? Ketegori, Jenis Pedagang dan Ciri-Ciri Pedagang

Pedagang adalah orang atau badan yang melakukan aktivitas jual beli barang atau jasa dipasar. Di dalam aktivitas perdagangan, Pedagang adalah orang atau instusi yang memperjualbelikan produk atau barang, kepada konsumen baik secara langsung maupun tidak langsung. Dalam ekonomi, pedagang dibedakan menurut jalur distribusi yang dilakukan dapat dibedakan menjadi : pedagang distributor (tunggal), pedagang partai besar, dan pedagang eceran.  Sedangkan pengertian pedagang secara etimologi adalah orang yang berdagang atau bisa disebut juga saudagar. Pedagang ialah orang yang melakukan perdagangan, memperjual belikan produk atau barang yang tidak diproduksi sendiri untuk memperoleh keuntungan. Berdasarkan penggunaan dan pengelolaan pendapatan yang diperoleh dari hasil perdagangan, pedagang dapat dikelompokan menjadi : Pedagang profesonal yaitu pedagang yang menggunakan aktivitas perdagangan merupakan pendapatan/sumber utasa dana satu-satunya begi ekonomi keluarga. Pedagang...

Apa Itu Risiko inflasi ?

Risiko inflasi , juga disebut risiko daya beli, adalah peluang bahwa arus kas dari investasi tidak akan bernilai sebanyak di masa depan karena perubahan daya beli karena inflasi. Risiko inflasi mengacu pada risiko bahwa inflasi akan merusak kinerja investasi. Melihat hasil tanpa memperhitungkan inflasi adalah pengembalian nominal. Nilai yang harus dikhawatirkan oleh investor adalah daya beli, yang disebut sebagai pengembalian riil. Risiko inflasi adalah risiko yang diambil oleh investor saat memegang uang tunai atau berinvestasi dalam aset yang tidak terkait dengan inflasi. Risikonya adalah bahwa nilai tunai akan berkurang oleh inflasi. Sebagai contoh, jika seorang investor memegang 40% dari portofolio tunai $ 1.000.000 dan inflasi berjalan pada 5%, nilai tunai portofolio akan kehilangan $ 20.000 per tahun ($ 1 juta x 0,4 x 0,05) karena inflasi. Kinerja portofolio setelah inflasi diperhitungkan disebut 'pengembalian nyata'. Inflasi dapat mengikis nilai pengembalian. Ka...

Apa Itu Usaha, Pengusaha dan Perusahaan? Jenis-Jenis Perusahaan

Apa Itu Usaha, Pengusaha dan Perusahaan? - Apa itu usaha? Usaha adalah kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk mendapatkan penghasilan berupa uang atau barang yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan mencapai kemakmuran hidup. Tentu usaha yang dilakukan secara terus menerus akan membuahkan hasil yang maksimal. Artinya kalau berbicara usaha, kegiatan untuk mencapai keuntungan baik langsung maupun tidak langsung. Sementara peluang usaha adalah sebuah kesempatan yang datang pada waktu tertentu yang tidak dapat dilewatkan oleh seorang wirausahawan demi mendapatkan keuntungan. Walau terkadang banyak yang takut dengan kesempatan yang datang. Pengusaha adalah orang(pribadi) atau persekutuan (badan hukum) yang menjalankan sebuah jenis perusahaan. Dalam melakukan usaha, seorang pengusaha tidak dapat berjalan sendiri. Ia membutuhkan tenaga kerja yang akan membantunya menjalankan roda bisnis yang dijalankan. Apalagi perusahaan yang dikelolanya sudah cukup besar, maka tena...