Dana pendidikan adalah sumber daya keuangan yang disediakan untuk menyelenggarakan dan mengelola pendidikan. Pendanaan pendidikan adalah penyediaan sumberdaya keuangan yang diperlukan untuk penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan. Sementara Asuransi pendidikan adalah jenis asuransi jangka panjang yang bisa diambil setelah anak mencapai usia tertentu dan siap masuk sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Setiap orang tentu ingin mempersiapkan segala hal terbaik bagi anak, termasuk pendidikan. Dengan mengambil asuransi pendidikan berarti Anda menabung sekaligus mengambil asuransi jiwa secara bersamaan. Apabila Anda akan membuat prioritas finansial, sebaiknya dana pendidikan didahulukan sebelum tujuan lain. Alasannya, pendidikan tak bisa ditunda, sedangkan bila Anda pensiun dan mengalami kekurangan uang, Anda masih bisa mencoba-coba dari penghasilan lagi.
Berikut adalah cara mempersiapkan dana pendidikan seperti dikutip dari Zap Finance - Ayahbunda.co.id
- a. Tabungan Pendidikan
Ini lebih fokus pada unsur menabung, dan tidak punya fitur jaminan bila Anda tidak sanggup meneruskan setoran. Ini sangat berguna bila anak Anda akan bersekolah dalam jangka waktu kurang dari 2 tahun, namun Anda belum punya modalnya. Namun, jika di atas usia itu, return yang diberikan tabungan pendidikan sepertinya tidak sanggup menghadapi inflasi pendidikan yang semakin tinggi. Sebaiknya, mulai memilih instrumen investasi yang tepat.
Tabungan pendidikan, adalah kontrak antara bank dengan Anda sebagai orangtua yang setuju bank mendebet sejumlah dana secara rutin dari rekening Anda untuk disetorkan ke dalam rekening tabungan pendidikan anak.
- b. Asuransi pendidikan
Berbeda dengan tabungan pendidikan yang bisa Anda kelola sendiri, asuransi pendidikan akan fokus pada penggantian uang pertanggungan, serta memberikan fitur pembayaran uang pada periode tertentu. Baca - 6 Tips Memilih Asuransi Pendidikan Anak yang Tepat
- c. Instrumen Investasi
Pertama, ORI dan Sukuk Ritel. Produk ini cocok untuk Anda yang sudah punya modal untuk biaya sekolah anak 3-4 tahun lagi, dan ingin memeroleh return yang lebih tinggi dari tabungan. Risiko kehilangan modal sangat kecil bila ditahan hingga jatuh tempo. Kedua, logam mulia. Bisa dibeli dengan satuan 1 gram, ini juga cocok untuk Anda yang mempersiapkan dana pendidikan untuk 3-5 tahun lagi. Anda bisa membeli rutin per bulan seperti menabung.
Kedua, reksa dana campuran. Pembelian reksa dana yang bisa dimulai dengan Rp500 ribu per bulan, ini cocok untuk kebutuhan dana pendidikan 5-10 tahun lagi.
Ketiga, reksadana saham. Dengan potensi return yang bisa mencapai 20% per tahun, produk ini bisa menghadapi inflasi pendidikan untuk kebutuhan diatas 10 tahun lagi. - Sumber Artikel ayahbunda.co.id
Comments
Post a Comment