Skip to main content

Contoh dan Cara Membuat Proposal Usaha

Contoh dan Cara Membuat Proposal Usaha - Proposal usaha adalah dokumen tertulis yang disiapkan oleh wirausahawan yang menggambarkan semua unsur yang relevan, baik internal maupun eksternal, mengenai usaha atau proyek baru, atau dapat dikatakan bahwa proposal usaha merupakan dokumen tertulis yang berisi mengenai usaha baru yang sedang direncanakan. Proposal usaha mepunyai isi yang hampir sama dengan surat penawaran, yaitu sama-sama berisi bukukan. Surat penawaran berisi ajakan kepada pembaca untuk menggunakan produk yang ditawarkan, sedangkan proposal usaha, bila diberikan ke orang lain, berisi ajakan agar pembaca tertarik untuk menanamkan modal pada kegiatan usaha tersebut atau mau memberikan kredit karena kemungkinan mendapatkan keuntungan.

Contoh sistematika proposal usaha adalah :
PENDAHULUAN
    http://idemotivasibisnis.blogspot.co.id/
  • Alasan pemilihan jenis usaha
  • Peluang Pasar
  • Persaingan

RINCIAN KEGIATAN USAHA
  • Bentuk usaha
  • Susunan Pengurus
  • Perkiraan modal dan peralatan yang dibutuhkan
  • Perkiraan pendapatan
  • Perkiraan pengeluaran
  • Perkiraan laba/rugi
  • Masa pengembalian modal
  • Resiko usaha
  • Cara penanggulangan resiko usaha

PENUTUP
  • Kemungkina perluasan usaha
  • Kesimpulan

Isi dalam Proposal Usaha
a.   Halaman Depan
Pada halaman depan dicantumkan nama dan alamat perusahaan serta nama orang yang bertanggung jawab.

b.   Daftar Isi
Berisi kerangka proposal usaha dengan dilengkapi nomor halaman.

c.   Penjelasan Perusahaan
Dalam proposal usaha diungkapakan strategi perusahaan dan tim manajemen pengelola perusahaan.

d.   Pemasaran
Menjelaskan mengenai pasar yang dituju, besar potensi pasar dan berbagai strategi serta ramalan tentang target konsumen pada masa mendatang.

e.   Produk yang Dihasilkan
Menjelaskan tentang kualitas, kuantitas, kegunaan, dan keistimewaan barang dan jasa yang dihasilkan.

f.    Peningkatan Omset Penjualan
Menjelaskan tentang teknik promosi yang akan digunakan, tenaga penjual, perwakilan penjual yang perlu diangkat di berbagai daerah.

g.   Permodalan
Menjelaskan mengenai rencana permodalan dan proyeksinya, neraca pendahuluan, aliran kas, dan pendapatannya.

h.   Apendiks
Berisi berbagai keterangan yang diperlukan untuk melengkapi proposal usaha, misalnya akte pendirian, SIUP, SITU, ANDAL, dan sertifikat usaha.


Contoh Draf Proposal Usaha Model I

Bagian I:  Pendahuluan

A.      Nama dan alamat perusahaan
B.      Nama dan alamat penanggung jawab
C.      Informasi usaha

Bagian II      : Deskripsi Aspek-Aspek Usaha
A.      Deskripsi umum usaha
B.      Latar belakang industri
C.      Sejarah dan latar belakang perusahaan
D.      Tujuan dan pembagian waktu
E.       Kenaikan produk atau pelayanan

Bagian III      : Aspek Pemasaran
A.  Penilaian dan analisis
1.       Target pasar atau konsumsi
2.       Ukuran dan tren pasar
3.       Situasi persaingan
4.       Kalkulasi/perkiraan bagian pasar
B.  Rencana pemasaran
1.       Strategi pasar
2.       Masalah penetapan harga
3.       Periklanan dan promosi

Bagian IV       : Penelitian, Model dan Pengembangan
A.      Pengembangan dan rencana desain
B.      Hasil-hasil penelitian teknologi
C.      Kebutuhan asisten penelitian
D.      Struktur biaya

Bagian V         : Aspek Pabrik
A.      Analisis lokasi
B.      Kebutuhan Produksi (fasilitas dan peralatan)
C.      Penyuplai/faktor transportasi
D.      Suplai tenaga kerja
E.       Data biaya pabrik

Bagian VI         :  Aspek Manajemen
A.      Tim Manajemen
B.      Struktural legal (perjanjian cadangan barang perjanjian tenaga
         kerja, kepemilikan)
C.      Susunan direktur, penasihat, konsultan, dan lain-lain
Bagian VII       :   Aspek Manajemen
A.      Masalah-masalah yang potensial
B.      Risiko dan hambatan
C.      Tindakan alternatif

Bagian VIII       :  Aspek Finansial
A.  Perkiraan finansial
1.       Keuntungan dan kerugian
2.       Arus kas
3.       Analisis break even point
4.       Biaya

Bagian IX         :  Aspek Jadwal Pembagian Waktu
A.      Penentuan waktu dan tujuan
B.      Batas waktu
C.      Hubungan peristiwa-peristiwa

Bagian X          :  Apendiks atau Bibilografi
1.       Surat-surat
2.       Data penelitian pasar
3.       Surat-surat kontrak dan dokumen perjanjian lainnya
4.       Daftra harga dari pemasok barang

Sumber Referensi -
http://muthiafirariani.blogspot.co.id/

Comments

Popular posts from this blog

Apa Arti Pedagang ? Ketegori, Jenis Pedagang dan Ciri-Ciri Pedagang

Pedagang adalah orang atau badan yang melakukan aktivitas jual beli barang atau jasa dipasar. Di dalam aktivitas perdagangan, Pedagang adalah orang atau instusi yang memperjualbelikan produk atau barang, kepada konsumen baik secara langsung maupun tidak langsung. Dalam ekonomi, pedagang dibedakan menurut jalur distribusi yang dilakukan dapat dibedakan menjadi : pedagang distributor (tunggal), pedagang partai besar, dan pedagang eceran.  Sedangkan pengertian pedagang secara etimologi adalah orang yang berdagang atau bisa disebut juga saudagar. Pedagang ialah orang yang melakukan perdagangan, memperjual belikan produk atau barang yang tidak diproduksi sendiri untuk memperoleh keuntungan. Berdasarkan penggunaan dan pengelolaan pendapatan yang diperoleh dari hasil perdagangan, pedagang dapat dikelompokan menjadi : Pedagang profesonal yaitu pedagang yang menggunakan aktivitas perdagangan merupakan pendapatan/sumber utasa dana satu-satunya begi ekonomi keluarga. Pedagang...

Apa Itu Risiko inflasi ?

Risiko inflasi , juga disebut risiko daya beli, adalah peluang bahwa arus kas dari investasi tidak akan bernilai sebanyak di masa depan karena perubahan daya beli karena inflasi. Risiko inflasi mengacu pada risiko bahwa inflasi akan merusak kinerja investasi. Melihat hasil tanpa memperhitungkan inflasi adalah pengembalian nominal. Nilai yang harus dikhawatirkan oleh investor adalah daya beli, yang disebut sebagai pengembalian riil. Risiko inflasi adalah risiko yang diambil oleh investor saat memegang uang tunai atau berinvestasi dalam aset yang tidak terkait dengan inflasi. Risikonya adalah bahwa nilai tunai akan berkurang oleh inflasi. Sebagai contoh, jika seorang investor memegang 40% dari portofolio tunai $ 1.000.000 dan inflasi berjalan pada 5%, nilai tunai portofolio akan kehilangan $ 20.000 per tahun ($ 1 juta x 0,4 x 0,05) karena inflasi. Kinerja portofolio setelah inflasi diperhitungkan disebut 'pengembalian nyata'. Inflasi dapat mengikis nilai pengembalian. Ka...

Apa Itu Usaha, Pengusaha dan Perusahaan? Jenis-Jenis Perusahaan

Apa Itu Usaha, Pengusaha dan Perusahaan? - Apa itu usaha? Usaha adalah kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk mendapatkan penghasilan berupa uang atau barang yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan mencapai kemakmuran hidup. Tentu usaha yang dilakukan secara terus menerus akan membuahkan hasil yang maksimal. Artinya kalau berbicara usaha, kegiatan untuk mencapai keuntungan baik langsung maupun tidak langsung. Sementara peluang usaha adalah sebuah kesempatan yang datang pada waktu tertentu yang tidak dapat dilewatkan oleh seorang wirausahawan demi mendapatkan keuntungan. Walau terkadang banyak yang takut dengan kesempatan yang datang. Pengusaha adalah orang(pribadi) atau persekutuan (badan hukum) yang menjalankan sebuah jenis perusahaan. Dalam melakukan usaha, seorang pengusaha tidak dapat berjalan sendiri. Ia membutuhkan tenaga kerja yang akan membantunya menjalankan roda bisnis yang dijalankan. Apalagi perusahaan yang dikelolanya sudah cukup besar, maka tena...