Skip to main content

6 TIPS JITU MEMBANGUN STARTUP DI INDONESIA

Startup itu adalah perusahaan baru yang masih mencari jati diri atau bisnis model yang tepat agar kelak bisa menjadi bisnis yang repeatable dan scalable. Branding yang baik adalah jantung dari setiap lini bisnis. Menurut saran dari para ahli branding bukan tentang mudah ditemukan secara online atau personal, tetapi bagaimana memastikan brand Anda tetap konsisten dalam upaya pemasaran, atau peningkatan jika telah berjalan. Apa yang terjadi jika bisnis Anda tidak pernah mengembangkan brand, atau jika Anda baru mulai, mencoba untuk membangun bisnis dari nol?

Ini terlihat tidak mudah, tapi sangat mungkin dilakukan (bahkan untuk non-profesional). Ketika membangun fitur inti dan kualitas dari brand, semua yang Anda butuhkan adalah sedikit waktu, penelitian, dan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana perusahaan Anda beroperasi. Berikut adalah 6 pertimbangan bagaimana membangun sebuah startup.

  • 1. Identifikasi target pasar Anda
Pertama, pikirkan tentang siapa target demografis Anda. Buku anak-anak dan novel tidak ditulis dengan cara yang sama, pesan dan nilai haruslah unik untuk satu segmen target demografi. Mencoba menargetkan semua orang adalah hal yang sia-sia. Anda mungkin bermaksud untuk menebar jaring yang lebih luas, tapi itu akan menjadi kurang relevan untuk setiap orang dalam sebuah kelompok.

Sebaliknya, mulailah dengan satu atau dua demografi utama dan secara perlahan mengembangkannya. Siapa mereka? Apa yang mereka butuhkan ? Apa yang mereka inginkan? Bagaimana mereka bertindak? Apa yang mereka sukai? Bagaimana mereka ingin diajak bicara?

  • 2. Pelajari brand kompetitor Anda
Selanjutnya, mulailah mengevaluasi brand kompetitor Anda. Anda bisa belajar banyak tentang pemasaran dalam industri Anda hanya dengan mempelajari dari kompetitor yang sudah ada. Bagaimana logo mereka? Bagaimana mereka terlihat berbeda dari yang lain? Bagaimana mereka berbicara dengan basis pelanggan bersama Anda? Penting untuk diingat adalah jangan menyalin semua yang dimiliki kompetitor untuk brand Anda. Sebaliknya, ambil hal-hal yang baik dan berguna, dan mengembangkannya sendiri untuk brand Anda.

  • 3. Pisahkan pembeda unik Anda
Indetifikasi apa yang membuat brand Anda unik. Ini berasal dari rencana bisnis Anda secara umum. Misalnya, jika Anda menawarkan harga lebih rendah dari kompetitor, Anda bisa menegaskan dalam branding. Jika tidak, temukan cara bagaimana membuat diri Anda terlihat menonjol. Cobalah sesuatu yang lebih sederhana, lebih canggih dan dengan semangat muda.

  • 4. Posisikan brand Anda sebagai ‘pribadi’
Setelah mengumpulkan berbagai informasi yang dibutuhkan dan brainstorming, Anda perlu mendefinisikan brand Anda sebagai pribadi, bukan sebagai logo atau suara tertulis. Jika perusahaan Anda adalah seseorang, apa jenis seseorang tersebut? Laki-laki atau perempuan? Tua atau muda? Apa jenis pakaian yang brand Anda pilih? Bagaimana brand Anda berbicara?

  • 5. Terapkan brand personality untuk beberapa area
Pikirkan tentang bagaimana kualitas personality ini mungkin dapat menterjemahkan lebih nyata, area yang berguna dari strategi pemasaran Anda. Warna apa yang akan digunakan untuk brand Anda? Bagaimana logo Anda akan terlihat? Bagaimana suara Anda akan ditemukan dalam konten dan materi promosi lainnya? Cobalah bayangkan “brand personality” Anda sebagai tokoh yang terlibat dengan anggota individu dari target demografi Anda.

Bagaimana orang yang mendekati mereka? Berbicara dengan mereka? Mendapatkan kepercayaan dan kesetiaan mereka? Ini bukan pertanyaan yang mudah untuk dijawab, tapi mereka sangat penting untuk membangun inti dari brand Anda.

  • 6. Membangun tim
Sekarang setalah memiliki ide inti untuk brand Anda, saatnya untuk mulai membangun tim yang profesional (kecuali Anda memiliki pengalaman dalam bidang desain grafis dan pengetahuan yang mendalam dari pemasaran kreatif). Anda bisa menyewa seorang resident branding authority (creative director), atau outsourcing.

Setelah menetapkan tampilan brand dan personality, tugas Anda belum selesai. Anda harus memastikan bahwa seluruh tim bekerja dengan brand dan menggunakannya dengan tepat dalam setiap aplikasi. Ini adalah ide yang baik memeriksa berapa tahun sekali untuk memperbarui brand Anda, sesuai kebutuhan. Tetaplah konsisten, dan brand Anda akan meningkatkan visibilitas, otoritas dan potensi retensi perusahaan Anda. - Sumber Artikel by blog.idwebhost.com

Comments

Popular posts from this blog

Apa Arti Pedagang ? Ketegori, Jenis Pedagang dan Ciri-Ciri Pedagang

Pedagang adalah orang atau badan yang melakukan aktivitas jual beli barang atau jasa dipasar. Di dalam aktivitas perdagangan, Pedagang adalah orang atau instusi yang memperjualbelikan produk atau barang, kepada konsumen baik secara langsung maupun tidak langsung. Dalam ekonomi, pedagang dibedakan menurut jalur distribusi yang dilakukan dapat dibedakan menjadi : pedagang distributor (tunggal), pedagang partai besar, dan pedagang eceran.  Sedangkan pengertian pedagang secara etimologi adalah orang yang berdagang atau bisa disebut juga saudagar. Pedagang ialah orang yang melakukan perdagangan, memperjual belikan produk atau barang yang tidak diproduksi sendiri untuk memperoleh keuntungan. Berdasarkan penggunaan dan pengelolaan pendapatan yang diperoleh dari hasil perdagangan, pedagang dapat dikelompokan menjadi : Pedagang profesonal yaitu pedagang yang menggunakan aktivitas perdagangan merupakan pendapatan/sumber utasa dana satu-satunya begi ekonomi keluarga. Pedagang...

Apa Itu Risiko inflasi ?

Risiko inflasi , juga disebut risiko daya beli, adalah peluang bahwa arus kas dari investasi tidak akan bernilai sebanyak di masa depan karena perubahan daya beli karena inflasi. Risiko inflasi mengacu pada risiko bahwa inflasi akan merusak kinerja investasi. Melihat hasil tanpa memperhitungkan inflasi adalah pengembalian nominal. Nilai yang harus dikhawatirkan oleh investor adalah daya beli, yang disebut sebagai pengembalian riil. Risiko inflasi adalah risiko yang diambil oleh investor saat memegang uang tunai atau berinvestasi dalam aset yang tidak terkait dengan inflasi. Risikonya adalah bahwa nilai tunai akan berkurang oleh inflasi. Sebagai contoh, jika seorang investor memegang 40% dari portofolio tunai $ 1.000.000 dan inflasi berjalan pada 5%, nilai tunai portofolio akan kehilangan $ 20.000 per tahun ($ 1 juta x 0,4 x 0,05) karena inflasi. Kinerja portofolio setelah inflasi diperhitungkan disebut 'pengembalian nyata'. Inflasi dapat mengikis nilai pengembalian. Ka...

Apa Itu Usaha, Pengusaha dan Perusahaan? Jenis-Jenis Perusahaan

Apa Itu Usaha, Pengusaha dan Perusahaan? - Apa itu usaha? Usaha adalah kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk mendapatkan penghasilan berupa uang atau barang yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan mencapai kemakmuran hidup. Tentu usaha yang dilakukan secara terus menerus akan membuahkan hasil yang maksimal. Artinya kalau berbicara usaha, kegiatan untuk mencapai keuntungan baik langsung maupun tidak langsung. Sementara peluang usaha adalah sebuah kesempatan yang datang pada waktu tertentu yang tidak dapat dilewatkan oleh seorang wirausahawan demi mendapatkan keuntungan. Walau terkadang banyak yang takut dengan kesempatan yang datang. Pengusaha adalah orang(pribadi) atau persekutuan (badan hukum) yang menjalankan sebuah jenis perusahaan. Dalam melakukan usaha, seorang pengusaha tidak dapat berjalan sendiri. Ia membutuhkan tenaga kerja yang akan membantunya menjalankan roda bisnis yang dijalankan. Apalagi perusahaan yang dikelolanya sudah cukup besar, maka tena...