Skip to main content

Ingin Sukses Sebagai Freelance? Ubahlah Kebiasaan-Kebiasaan Buruk Ini

Kebiasaan Buruk Freelancer - Bekerja paruh waktu atau freelance memang identik dengan kebebasan. Artinya bisa dikerjakan darimana saja, kapan saja, tanpa tekanan dari bos yang suka mengecek gerak-gerik anda ketika bekerja. Namun hal kadang membuat seorang pekerja lepas menjadi lupa akan tugasnya. Sementara ia sudah membuat janji atau sudah menerima proyek dari klien. Oleh karena itu, seorang freelancer harus mengubah kebiasaan-kebiasaan buruk jika ingin sukses dan memiliki karir panjang sebagai seorang freelance; (Cara Terbaik Menjual Diri Sebagai Freelance)

Berikut adalah kebiasaan-kebiasaan buruk para freelance;
  • Menunda Pekerjaan
Freelance merasa pekerjaan yang diberikan pelanggan padanya bisa dikerjakan setelah itu atau setelah yang ini. Karena mungkin nilai proyeknya kecil. Sehingga mereka pun menunda dan mengutamakan proyek yang lebih besar. Terkadang, menunda pekerjaan memang dibutuhkan untuk melepas penat dan mencari inspirasi, terutama saat mendapatkan tugas yang sulit. Tapi, menunda pekerjaan akan merusak nama baik anda.

  • Malas
Karena tidak punya bos, sehingga tidak ada yang memperhatikan dan mengingatkan. Sehingga rasa malas itu terus menggodanya dan membuatnya tidak maksimal dalam bekerja. Padahal rasa malam membuat kreativitas menurun. Jadi, hilangkan rasa malas tersebut.

Baca Juga : Cara Menjadi Freelancer - 25 Tips Untuk Sukses!
http://idemotivasibisnis.blogspot.co.id/

  • Perhatian Mudah Terpecah
Jauhkan hal-hal yang dapat mengganggu konsentrasi Anda saat bekerja. Seperti sosial media, televisni, telepon dan email. Sebaiknya buat aturan pada diri sendiri kapan waktunya menonton, main sosial media dan lainnya.

  • Tidak Bersosialisasi
Memang freelance itu lebih banyak sendiri, paling ketemu klien dan kembali lagi bekerja. Sehingga mereka pun tanpa sadar sudah tertinggal dari teman-temannya. Padahal bersosialisasi itu sangat penting bagi seorang freelance, untuk menunjukkan kesan ramah dan percaya diri.
  • Tidak Teratur
Walaupun anda adalah bos sendiri, bukan berarti tanpa peraturan. Sebaiknya jika ingin memiliki karir jangka panjang, jadilah teratur. Misalnya menjaga ruang kerja tetap rapi. Karena itu juga dapat mengganggu fokus kerja anda. Rumah dan file pekerjaan yang berantakan, dapat memengaruhi suasana kerja Anda.


  • Tidak Follow Up Klien


Klien sering datang ke toko Anda untuk bertanya, lalu pergi, dan berjanji akan kembali untuk membeli barang di toko Anda tapi ternyata tidak. Jangan takut untuk mencoba menghubungi klien terlebih dahulu, Bisa saja, karena sibuk mereka menjadi lupa dengan Anda.


  • Lupa Waktu


Bekerja dari rumah kadang membuat seorang freelance lupa waktu dan tanpa disadari bekerja berlebihan. Luangkan waktu untuk bermain, membaca buku, tidur siang, atau melakukan hobi Anda.

Comments

Popular posts from this blog

Apa Arti Pedagang ? Ketegori, Jenis Pedagang dan Ciri-Ciri Pedagang

Pedagang adalah orang atau badan yang melakukan aktivitas jual beli barang atau jasa dipasar. Di dalam aktivitas perdagangan, Pedagang adalah orang atau instusi yang memperjualbelikan produk atau barang, kepada konsumen baik secara langsung maupun tidak langsung. Dalam ekonomi, pedagang dibedakan menurut jalur distribusi yang dilakukan dapat dibedakan menjadi : pedagang distributor (tunggal), pedagang partai besar, dan pedagang eceran.  Sedangkan pengertian pedagang secara etimologi adalah orang yang berdagang atau bisa disebut juga saudagar. Pedagang ialah orang yang melakukan perdagangan, memperjual belikan produk atau barang yang tidak diproduksi sendiri untuk memperoleh keuntungan. Berdasarkan penggunaan dan pengelolaan pendapatan yang diperoleh dari hasil perdagangan, pedagang dapat dikelompokan menjadi : Pedagang profesonal yaitu pedagang yang menggunakan aktivitas perdagangan merupakan pendapatan/sumber utasa dana satu-satunya begi ekonomi keluarga. Pedagang...

Apa Itu Risiko inflasi ?

Risiko inflasi , juga disebut risiko daya beli, adalah peluang bahwa arus kas dari investasi tidak akan bernilai sebanyak di masa depan karena perubahan daya beli karena inflasi. Risiko inflasi mengacu pada risiko bahwa inflasi akan merusak kinerja investasi. Melihat hasil tanpa memperhitungkan inflasi adalah pengembalian nominal. Nilai yang harus dikhawatirkan oleh investor adalah daya beli, yang disebut sebagai pengembalian riil. Risiko inflasi adalah risiko yang diambil oleh investor saat memegang uang tunai atau berinvestasi dalam aset yang tidak terkait dengan inflasi. Risikonya adalah bahwa nilai tunai akan berkurang oleh inflasi. Sebagai contoh, jika seorang investor memegang 40% dari portofolio tunai $ 1.000.000 dan inflasi berjalan pada 5%, nilai tunai portofolio akan kehilangan $ 20.000 per tahun ($ 1 juta x 0,4 x 0,05) karena inflasi. Kinerja portofolio setelah inflasi diperhitungkan disebut 'pengembalian nyata'. Inflasi dapat mengikis nilai pengembalian. Ka...

Apa Itu Usaha, Pengusaha dan Perusahaan? Jenis-Jenis Perusahaan

Apa Itu Usaha, Pengusaha dan Perusahaan? - Apa itu usaha? Usaha adalah kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk mendapatkan penghasilan berupa uang atau barang yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan mencapai kemakmuran hidup. Tentu usaha yang dilakukan secara terus menerus akan membuahkan hasil yang maksimal. Artinya kalau berbicara usaha, kegiatan untuk mencapai keuntungan baik langsung maupun tidak langsung. Sementara peluang usaha adalah sebuah kesempatan yang datang pada waktu tertentu yang tidak dapat dilewatkan oleh seorang wirausahawan demi mendapatkan keuntungan. Walau terkadang banyak yang takut dengan kesempatan yang datang. Pengusaha adalah orang(pribadi) atau persekutuan (badan hukum) yang menjalankan sebuah jenis perusahaan. Dalam melakukan usaha, seorang pengusaha tidak dapat berjalan sendiri. Ia membutuhkan tenaga kerja yang akan membantunya menjalankan roda bisnis yang dijalankan. Apalagi perusahaan yang dikelolanya sudah cukup besar, maka tena...