Skip to main content

Seberapa Sering Anda Posting di Blog Anda?

Seberapa Sering Anda Posting di Blog Anda? - Pertanyaan ini selalu muncul dari orang-orang yang baru menginjakkan kakinya di dunia blog. Mereka bertanya, sebaiknya berapa artikel yang direkomendasikan untuk di posting setiap harinya? Beberapa yang bilang minimal satu hari, ada yang bilang 3 kali seminggu juga tidak masalah asalkan kualitasnya terjaga. Sampai saat ini, belum ada yang saya temukan rumus yang tepat untuk masalah tersebut. Tap bagi saya, saya selalu mencoba untuk menulis setidaknya 1 posting per hari, sehingga membuat pengunjung datang kembali untuk informasi lebih lanjut. 

Seberapa Sering Anda Posting di Blog Anda?Namun, kadang-kadang sih kalau lagi malas. Bisa sekali seminggu. Padahal sangat bagus kalau kita menjaga ritme ngeblog. Kalau memang sekali sehari, iya kita harus memenuhinya. Jangan membuat pembaca kecewa. Jangan hari ini kita posting 4 artikel, lalu dua minggu ke depan berhenti. Tapi, saya tidah tahu bagi orang lain. Namun, itulah yang saya lakukan pada setiap blog yang aku bangun.

Saya berpikir bahwa jika anda ingin memiliki blog yang benar-benar handal, dan ingin mendapatkan uang dari itu, anda harus menyimpan beberapa artikel sebagai back up, persiapkan jika anda tidak mempunyai ide pada satu hari, dan tidak dapat menemukan materi yang layak di posting.

Keputusannya ada ditangan anda, jadi kapan waktu yang tepat bagi anda posting. Hanya saja kuncinya, usahakan untuk tidak melenceng dari biasanya. Contohnya - pada hari ini anda bisa menulis artikel hingga 5, mungkin lebih bak ditahan saja dulu, kalau belum waktunya untuk posting. Jadi posting saja di waktu anda ngeposting artikel.

Itu menurutku...bagaimana dengan anda?

Comments

Popular posts from this blog

Apa Itu Risiko inflasi ?

Risiko inflasi , juga disebut risiko daya beli, adalah peluang bahwa arus kas dari investasi tidak akan bernilai sebanyak di masa depan karena perubahan daya beli karena inflasi. Risiko inflasi mengacu pada risiko bahwa inflasi akan merusak kinerja investasi. Melihat hasil tanpa memperhitungkan inflasi adalah pengembalian nominal. Nilai yang harus dikhawatirkan oleh investor adalah daya beli, yang disebut sebagai pengembalian riil. Risiko inflasi adalah risiko yang diambil oleh investor saat memegang uang tunai atau berinvestasi dalam aset yang tidak terkait dengan inflasi. Risikonya adalah bahwa nilai tunai akan berkurang oleh inflasi. Sebagai contoh, jika seorang investor memegang 40% dari portofolio tunai $ 1.000.000 dan inflasi berjalan pada 5%, nilai tunai portofolio akan kehilangan $ 20.000 per tahun ($ 1 juta x 0,4 x 0,05) karena inflasi. Kinerja portofolio setelah inflasi diperhitungkan disebut 'pengembalian nyata'. Inflasi dapat mengikis nilai pengembalian. Ka...

Apa Arti Pedagang ? Ketegori, Jenis Pedagang dan Ciri-Ciri Pedagang

Pedagang adalah orang atau badan yang melakukan aktivitas jual beli barang atau jasa dipasar. Di dalam aktivitas perdagangan, Pedagang adalah orang atau instusi yang memperjualbelikan produk atau barang, kepada konsumen baik secara langsung maupun tidak langsung. Dalam ekonomi, pedagang dibedakan menurut jalur distribusi yang dilakukan dapat dibedakan menjadi : pedagang distributor (tunggal), pedagang partai besar, dan pedagang eceran.  Sedangkan pengertian pedagang secara etimologi adalah orang yang berdagang atau bisa disebut juga saudagar. Pedagang ialah orang yang melakukan perdagangan, memperjual belikan produk atau barang yang tidak diproduksi sendiri untuk memperoleh keuntungan. Berdasarkan penggunaan dan pengelolaan pendapatan yang diperoleh dari hasil perdagangan, pedagang dapat dikelompokan menjadi : Pedagang profesonal yaitu pedagang yang menggunakan aktivitas perdagangan merupakan pendapatan/sumber utasa dana satu-satunya begi ekonomi keluarga. Pedagang...

Apa Itu Resiko (Risk) ?Jenis - Jenis Risiko dalam Bisnis

Meskipun sering digunakan dalam konteks yang berbeda, risiko adalah kemungkinan bahwa suatu hasil tidak akan seperti yang diharapkan, khususnya mengacu pada pengembalian investasi dalam keuangan. Namun, ada beberapa jenis atau risiko, termasuk risiko investasi, risiko pasar, risiko inflasi, risiko bisnis, risiko likuiditas, dan lainnya. Umumnya, individu, perusahaan atau negara menanggung risiko bahwa mereka mungkin kehilangan sebagian atau seluruh investasi. Dalam konteks investor, risiko adalah jumlah ketidakpastian yang bersedia diterima oleh investor sehubungan dengan pengembalian di masa depan yang mereka harapkan dari investasi mereka. Toleransi risiko, kemudian, adalah tingkat risiko yang bersedia dimiliki oleh seorang investor dengan investasi - dan biasanya ditentukan oleh hal-hal seperti usia mereka dan jumlah pendapatan yang dapat dibuang. Risiko umumnya disebut dalam hal bisnis atau investasi, tetapi juga berlaku dalam situasi ekonomi makro. Misalnya, beberapa jeni...