Skip to main content

Daftar 4 Pengusaha Properti Terkaya di Indonesia

Daftar nama orang terkaya di Indonesia kembali dirilis Forbes. Beberapa nama diketahui sebagai pengusaha di bidang real estate. Seperti dilansir Forbes, Kamis (1/12/2016), yang berada di urutan pertama adalah 

Ir. Ciputra berada di posisi 15 dalam daftar tersebut dengan kekayaan mencapai USD1,6 miliar atau Rp21,6 triliun (kurs Rp13.538). Ir. Ciputra adalah seorang insinyur dan pengusaha di Indonesia. Ia terkenal sebagai pengusaha properti yang sukses, antara lain pada Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group.

Berada di posisi selanjutnya, nama Alexander Tedja didaulat masuk dalam daftar nama orang terkaya di Indonesia. Dengan kekayaan USD1,3 miliar atau Rp17,5 triliun dirinya berada di posisi 24. Alexander diketahui merupakan pemilik dari Pakuwon Jati. Beberapa proyek tengah dijalankan oleh perseroan seperti pembangunan kantor dan kondominium. Alexander Tedja adalah seorang pengusaha yang berasal dari Indonesia. Ia dikenal sebagai raja properti dan mal dari Surabaya dengan grup perusahaan di bawah bendera Pakuwon Group.

Selanjutnya, nama Eka Tjandranegara masuk dalam daftar orang terkaya dengan total kekayaan USD1,3 miliar atau Rp17,5. Dengan jumlah kekayaannya tersebut, namanya berada di posisi 26. Pria berusia 70 tahun tersebut diketahui merupakan pemilik dari group Mulia. Perusahaan berencana membangun bangunan pencakar langit dengan biaya hingga USD800 juta. Meskipun baru memasuki dunia properti, namun dengan kekayaan yang mencapai USD1,2 miliar atau Rp16,2 triliun. Eka Tjandranegara atau Tjan Kok Hui adalah seorang pengusaha berkebangsaan Indonesia. Bersama 3 saudaranya, Tjandra Kusuma, Gunawan Tjandra, dan Djoko S.
Daftar 4 Pengusaha Properti Terkaya di Indonesia
Selanjutnya Husodo Angkosubroto perlu dipertimbangkan dalam dunia properti. Melalui perusahaan properti Farpoint, kini pihaknya tengah menggarap sebuah proyek di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan. (Sumber by http://economy.okezone.com)

Comments

Popular posts from this blog

Apa Itu Risiko inflasi ?

Risiko inflasi , juga disebut risiko daya beli, adalah peluang bahwa arus kas dari investasi tidak akan bernilai sebanyak di masa depan karena perubahan daya beli karena inflasi. Risiko inflasi mengacu pada risiko bahwa inflasi akan merusak kinerja investasi. Melihat hasil tanpa memperhitungkan inflasi adalah pengembalian nominal. Nilai yang harus dikhawatirkan oleh investor adalah daya beli, yang disebut sebagai pengembalian riil. Risiko inflasi adalah risiko yang diambil oleh investor saat memegang uang tunai atau berinvestasi dalam aset yang tidak terkait dengan inflasi. Risikonya adalah bahwa nilai tunai akan berkurang oleh inflasi. Sebagai contoh, jika seorang investor memegang 40% dari portofolio tunai $ 1.000.000 dan inflasi berjalan pada 5%, nilai tunai portofolio akan kehilangan $ 20.000 per tahun ($ 1 juta x 0,4 x 0,05) karena inflasi. Kinerja portofolio setelah inflasi diperhitungkan disebut 'pengembalian nyata'. Inflasi dapat mengikis nilai pengembalian. Ka...

Apa Arti Pedagang ? Ketegori, Jenis Pedagang dan Ciri-Ciri Pedagang

Pedagang adalah orang atau badan yang melakukan aktivitas jual beli barang atau jasa dipasar. Di dalam aktivitas perdagangan, Pedagang adalah orang atau instusi yang memperjualbelikan produk atau barang, kepada konsumen baik secara langsung maupun tidak langsung. Dalam ekonomi, pedagang dibedakan menurut jalur distribusi yang dilakukan dapat dibedakan menjadi : pedagang distributor (tunggal), pedagang partai besar, dan pedagang eceran.  Sedangkan pengertian pedagang secara etimologi adalah orang yang berdagang atau bisa disebut juga saudagar. Pedagang ialah orang yang melakukan perdagangan, memperjual belikan produk atau barang yang tidak diproduksi sendiri untuk memperoleh keuntungan. Berdasarkan penggunaan dan pengelolaan pendapatan yang diperoleh dari hasil perdagangan, pedagang dapat dikelompokan menjadi : Pedagang profesonal yaitu pedagang yang menggunakan aktivitas perdagangan merupakan pendapatan/sumber utasa dana satu-satunya begi ekonomi keluarga. Pedagang...

Apa Itu Resiko (Risk) ?Jenis - Jenis Risiko dalam Bisnis

Meskipun sering digunakan dalam konteks yang berbeda, risiko adalah kemungkinan bahwa suatu hasil tidak akan seperti yang diharapkan, khususnya mengacu pada pengembalian investasi dalam keuangan. Namun, ada beberapa jenis atau risiko, termasuk risiko investasi, risiko pasar, risiko inflasi, risiko bisnis, risiko likuiditas, dan lainnya. Umumnya, individu, perusahaan atau negara menanggung risiko bahwa mereka mungkin kehilangan sebagian atau seluruh investasi. Dalam konteks investor, risiko adalah jumlah ketidakpastian yang bersedia diterima oleh investor sehubungan dengan pengembalian di masa depan yang mereka harapkan dari investasi mereka. Toleransi risiko, kemudian, adalah tingkat risiko yang bersedia dimiliki oleh seorang investor dengan investasi - dan biasanya ditentukan oleh hal-hal seperti usia mereka dan jumlah pendapatan yang dapat dibuang. Risiko umumnya disebut dalam hal bisnis atau investasi, tetapi juga berlaku dalam situasi ekonomi makro. Misalnya, beberapa jeni...